Kearifan Lokal Diharap Warnai Penyelenggaraan PON | Pasific Pos.com

| 22 November, 2019 |

Ketua Umum DPP Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), Brigjen Purn.Drs.Endardji Soepandji, SH Saat Menuju Auditorium Bersama Wagub dan Bupati (foto:iis) Ketua Umum DPP Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), Brigjen Purn.Drs.Endardji Soepandji, SH Saat Menuju Auditorium Bersama Wagub dan Bupati (foto:iis)

Kearifan Lokal Diharap Warnai Penyelenggaraan PON

Papua Selatan Penulis  Minggu, 12 Mei 2019 17:36 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Ketua Umum DPP Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), Brigjen Purn.Drs.Endardji Soepandji, SH mengungkapkan bahwa  tahun depan Papua akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON oleh sebab itu diharapkan selama PON berlangsung,  baik sejak pembukaan hingga penutupan kurang lebih 2 Minggu nanti dapat diwarnai dengan kearifan lokal. Namun kearifan lokal tersebut harus berupa tuntunan dan tontonan dimana tontonan adalah suatu hal menarik yang dapat dilihat sedangkan tuntunan adalah nilai-nilai intrinsik yang harus diangkat.

Tahun ini juga Papua mendapat dua kali alokasi lawatan budaya dimana untuk provinsi akan ke Mesir dan Merauke akan ke negara Eropa Timur. Oleh sebab itu ia  berharap nilai-nilai tradisi musamus mulai dikenalkan di tingkat dunia. Sebagai ketua pihaknya akan berupaya mendorong agar nilai tradisional di Papua dapat dikenal hingga ke tingkat dunia lewat berbagai event.  “Sebab banyak orang mengangkat tontonan namun belum tentu tontonan itu menjadi tuntunan. Di Merauke tontonan itu sudah ada dan sekarang, bagaimana kita membuat tontonan itu dapat menjadi tuntunan,” ujarnya pada pelantikan Pengurus DPC Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kabupaten Merauke Periode 2019-2024 di auditorium Kantor Bupati, Jumat (10/5).  

Satu hal yang menjadi tontonan di Merauke adalah musamus (rumah semut) yang mengandung filosofi ‘jangan lihat cara kerjaku, jangan lihat kapan saya bekerja namun lihatlah hasil kerjaku’. Artinya musamus memiliki jati diri yang kuat dan ketika modernisasi dilakukan kita tetap tidak pernah bergeser dari nilai-nilai tradisi yang sudah ada termasuk nilai-nilai luhur yang ada di Papua.  “Saya berharap Merauke tidak hanya muncul di nyanyian  dari Sabang sampai Merauke semata tetapi nilai-nilai filosofi dan nilai intrinsik selalu ditonjolkan sebagai wujud kebersamaan dan akan menjadi nilai yang dikenal secara nasional,”harapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, KSBN adalah KONInya budaya dan undang-undang ini memang baru keluar tahun 2017 tentang pembangunan kebudayaan.  Karena ini adalah undang-undang maka pemerintah dan masyarakat wajib melaksanakan meskipun diakui belum membumi. Oleh sebab itu pihaknya berupaya menggaungkan undang-undang yang fokus pada upaya mengangkat kearifan lokal ini.  Di era modernisasi semua boleh berubah namun satu yang tidak boleh berubah yaitu jati diri bangsa. Kalau kita berbicara tentang kebudayaan maka itulah jati diri bangsa, itulah identitas kita.

Adapun yang menjadi identitas kita adalah Pancasila yang berangkat dari nilai-nilai kearifan lokal. Sementara itu Bupati Merauke, Frederikus Gebze menambahkan, kalau berbicara seni maka Papua sudah tidak asing dan sepanjang dua minggu PON berlangsung, seni tidak boleh padam sehingga para tamu dan atlit akan pulang dengan membawa kebahagiaan.  Kita tidak membutuhkan uang, emas, permata dan kekayaan namun kita membutuhkan penghormatan kepada budaya dan jati diri yang menjadi sebuah simbol peradaban dari kehidupan kita.

Oleh sebab itu kita patut berbangga karena melalui undang-undang nomor 5 tahun 2017 maka para pemerhati, penggiat seni dan pendalaman seni  sudah memiliki roh dan jati diri.  “Ini satu terobosan baru karena di dalam perkembangan seni, sekarang kita lihat secara lokal muncul dewan-dewan kesenian. Ada berbagai wadah yang dibentuk dalam rangka mengorganisir tentang seni dan budaya. Papua sendiri dikenal dengan hadirnya institusi seni dan budaya di Papua.  Korelasinya, mungkin KSBN dapat bekerjasama dengan kurikulum yang ada di institut mengingat KSBN mewadahi semua pergerakan yang terkait dengan seni,”harapnya.

Dibaca 125 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX