Kendalikan Inflasi, TPID Kota Jayapura Lakukan Hal Ini | Pasific Pos.com

| 17 June, 2019 |

Rapat TPID Kota Jayapura. Rapat TPID Kota Jayapura.

Kendalikan Inflasi, TPID Kota Jayapura Lakukan Hal Ini

Ekonomi & Bisnis Penulis  Jumat, 10 Mei 2019 19:42 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Jayapura dalam mengendalikan inflasi sepakat melakukan beberapa hal diantaranya memotong rantai distribusi dari produsen ke konsumen melalui pelaksanaan pasar produsen (petani, peternak, nelayan dan distributor) secara berkala setiap bulan, menghubungkan petani, peternak dan nelayan dengan pasar modern, toko tani Indonesia (program dinas ketahanan pangan) dan rumah pangan kita (program Bulog) untuk memasarkan produknya.

Selain itu, menghimbau masyarakat melalui media untuk melakukan konsumsi secara wajar dan tidak panik karena stok bahan pangan aman, menerbitkan surat edaran kepada distributor dan pasar modern untuk menjaga stabilitas pasokan.

"Kewajaran harga dan kelayakan produk yang dijual, melakukan sidak dan monitoring ke distributor dan pasar untuk mengantisipasi penimbunan stok, menjaga kewajaran harga bahan pokok serta memastikan kelayakan produk yang dijual ke masyarakat
Pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar menjelang hari raya Idul Fitri," ujar Ketua Harian TPID Kota Jayapura, Frans Pekei.

Sementara itu, Manager Tim Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Galih Budi Utomo menyampaikan bahwa stabilnya tingkat inflasi hingga bulan April 2019 tersebut dapat terganggu di bulan Mei dan Juni 2019 karena adanya momen bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

"Berdasarkan pantauan data harga komoditas di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional hingga tanggal 8 Mei 2019, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga secara signifikan dibandingkan bulan April 2019 yaitu bawang putih sebesar 50,09%, bawang merah 30,64%, cabai merah 19,01%,  cabai rawit 8,92%,  dan telur ayam ras 4,22%," jelas Galih.

Mencermati perkembangan informasi terkini dan beberapa indikator harga, pada bulan Mei 2019 inflasi diperkirakan lebih tinggi dari bulan April 2019.

Dikatakan, momen terjadinya kenaikan harga menjelang hari raya Idul Fitri, selain karena meningkatnya permintaan masyarakat tetapi juga ada indikasi dimanfaatkan oleh pedagang untuk menaikkan harga sehingga perlu dilakukan upaya untuk memotong rantai distribusi dari produsen ke konsumen.

"Pemotongan rantai distribusi tersebut tidak hanya menjadi upaya pengendalian inflasi jangka pendek tetapi juga dapat untuk jangka panjang apabila dilakukan secara konsisten," ucapnya. (Zulkifli)

Dibaca 83 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.