Minim Dana, Dinas Pertanian Jarang Monitor Perkembangan Bantuan yang Disalurkan | Pasific Pos.com

| 20 June, 2019 |

Minim Dana, Dinas Pertanian Jarang Monitor Perkembangan Bantuan yang Disalurkan

Papua Barat Penulis  Jumat, 10 Mei 2019 10:15 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari sudah banyak menyalurkan bantuan. Namun, dampak bantuan tersebut kepada para penerima jarang diketahui karena kurangnya monitoring yang dilakukan.

Diakui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari, Nikson Karubaba pihaknya jarang melakukan monitoring ke penerima bantuan lantaran tidak adanya dana untuk melakukan monitoring.

Kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (8/5), Karubaba mengatakan, harusnya bila sudah menyalurkan bantuan, pada tahun berikutnya ada monitoring untuk melihat manfaat bantuan itu kepada para penerima. Namun sayangnya, usulan dana monitoring tidak terjawab.

“Kendala kami adalah monitoring karena ketika kita usulkan bantuan ternak tahun ini, tahun depan kita usulkan monitoring tidak terjawab,” ujarnya.

Menurut dia, tidak terjawabnya usulan dana monitoring akibat terbatasanya anggaran pemerintah daerah. “Akhirnya kita bantu sekarang tahun depan kita mau monitoring lagi perkembangan seperti apa kita tidak bisa dilakukan dengan baik,” ungkapnya.

Tidak adanya monitoring, akui dia, hasil yang diharapkan sesuai target kadang tidak tercapai. Padahal, menurutnya, monitoring perlu dilakukan untuk melihat perkembangan dan dampak bantuan yang diberikan.

“Kita harus monitor karena ternak kan bisa dihitung. Misalnya, babi. Kalau babi setelah kawin, dia bunting, empat bulan ke depan sudah bisa beranak. Jadi bisa dihitung, dalam setahun dua kali beranak. Sapi juga demikian,” ujarnya.

Dengan melakukan monitoring, lanjutnya, perkembangan bantuan seperti bantuan ternak bisa diprediksi. Untuk bantuan sapi, misalnya, 10 tahun ke depan bisa diketahui. Mengantisipasi minimnya dana monitoring, pihaknya sering meminta bantuan kepada petugas penyuluh. Hanya saja, sambungnya, tidak semua penyuluh berada di kampung.

Selain itu, kata dia, tugas penyuluh juga sangat banyak, tidak hanya memantau perkembangan bantuan. Tetapi, untuk melaksanakan tugas juga biasanya membutuhkan keabsahan.

“Di zaman sekarang kan menyangkut tugas pembinaan dan segala macam ini kan semuanya pakai surat tugas, di mana membutuhkan biaya-biaya juga, transportasi dan lain-lain. Sementara kita terbatas dalam dana untuk membiayai petugas turun melakukan monitoring di lapangan,” tukasnya. (BNB-R3)

Dibaca 53 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.