Gunakan Anak-Anak Edarkan Kotak Amal, Giri Wijayantoro Kritik Lembaga Amal Keagamaan | Pasific Pos.com

| 22 September, 2019 |

Wabup Jayapura, Giri Wijayantoro Wabup Jayapura, Giri Wijayantoro

Gunakan Anak-Anak Edarkan Kotak Amal, Giri Wijayantoro Kritik Lembaga Amal Keagamaan

Kabupaten Jayapura Penulis  Selasa, 07 Mei 2019 21:51 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Wakil Bupati (Wabup) Jayapura Giri Wijayantoro, mengkritik terhadap keberadaan lembaga amal keagamaan yang masih mempekerjakan anak-anak usia sekolah atau di bawah umur, untuk ikut mengedarkan kotak-kotak amal di jalan-jalan dengan tujuan kemanusiaan.

Kebanyakan lembaga amal keagamaan, kata dia, hanya berpikir bagaimana mendapatkan dana. Hanya sebagian kecil yang memikirkan untuk mental anak-anak.

Menurut Giri Wijayantoro, hal tersebut bukanlah cara yang tepat untuk menarik simpati masyarakat, yang dibingkai dalam rasa religi yang kental.

Lanjut Giri menerangkan, melibatkan anak-anak usia sekolah atau di bawah umur dalam kegiatan amal dapat merusak mental anak tersebut. Ini menyebabkan masyarakat memiliki etos kerja yang sangat rendah,  karena mereka hanya berharap pada bantuan- bantuan yang berasal dari orang-orang yang memberikan sebagian hartanya. Etos kerja yang rendah, mental yang buruk akan terpelihara hingga dewasa.

"Saya tidak setuju kotak amal yang beredar di jalan-jalan yang di bawa anak-anak yang seharusnya bersekolah, belajar dan mengaji. Kalau mental seperti ini dibiarkan kegiatan seperti itu bisa terus berlanjut ke anak-anak yang lain. Ini bukan kemandirian, justru menjadikan mental anak menjadi mental minta-minta," terangnya.

Giri menguraikan, keberadaan lembaga amal keagamaan dengan melibatkan anak-anak membuat masyarakat menjadi kurang produktif.

Selain itu, Giri melihat lembaga amal dengan segala caranya menggunakan anak-anak sebagai alat yang dapat digunakan untuk menarik simpati masyarakat yang memiliki kelebihan dalam urusan finansial, untuk membantu mereka yang kekurangan.

Sehingga menyebabkan masyarakat memiliki etos kerja yang sangat rendah, karena mereka hanya berharap pada bantuan- bantuan yang berasal dari orang-orang yang memberikan sebagian hartanya

“Di Sentani banyak anak-anak yang bawa kotak amal keliling dari tempat satu ke tempat lain, dan mereka bukan dari wilayah Sentani atau Kabupaten Jayapura. Mereka justru dari luar Kabupaten Jayapura dan kalau menemui mereka di jalan hendaknya diberi arahan, saya pernah ketemu dan saya beri uang taksi biar mereka pulang," saran Giri Wijayantoro.

Giri juga menambahkan, kritikan yang disampaikan bukan sebagai penghalang bagi masyarakat untuk melakukan kebaikan atau beramal. Karena amal tidak dilihat seperti sekedar sedekah yang memberikan barang atau sesuatu yang memiliki nilai tukar. Namun amal dinilai sebagai sesuatu yang luas, lebih pada kepedulian untuk berbuat saling membantu dan saling berbagi.

Dibaca 193 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.