Gadis Kelas 5 SD Disiram Air Panas oleh Ibu Tiri | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

Gadis Kelas 5 SD Disiram Air Panas oleh Ibu Tiri

Headline Penulis  Jumat, 31 Juli 2015 04:00 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Polisi : Wajah Korban Melepuh

Jayaapura,-  Natasya (10) gadis berparas cantik yang masih duduk dikelas 5 SD disiram air panas oleh Ibu Tirinya berinisial HT di Kompleks Pemukiman SMU 4 Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Rabu (29/7) dinihari. Akibat ulah ibunya, paras cantik Natasya mengalami luka bakar.
Parahnya lagi, usai menganiaya putri tirinya,  HT langsung kabur meninggalkan rumah. Bahkan, suami pelaku yang juga ayah kandung Natasya tidak mengetahui keberadaan istrinya, pasca penganiayaan terhadap Natasya.
Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Jermias Rontini saat dikonfirmasi melalui Paur Humas, Iptu Jahja Rumra membenarkan adanya laporan dugaan kekerasan terhadap anak dibawah umur di Kompleks Pemukiman SMU 4 Entrop.  “Ya, memang benar ada laporan seorang guru tentang kekerasan terhadap anak murid oleh orang tua murid. Nah, sekarang masih didalami,” kata Jahja, Kamis (30/7).
Kasus kekerasan anak ini terungkap, terang Jahja, bermula ketika salah satu guru sekolah korban bernama Jahra Daud (59) melihat sikap anak muridnya yang tak biasa. Korban ketika disekolah, terlihat menutupi bagian samping wajahnya dengan rambut diurai.
 “Awalnya guru korban tidak tahu, kalau korban dianiaya oleh ibu tirinya. Ketika guru merapikan rambut korban, baru terlihat luka bakar dibagian pipi kiri nyaris mengenai mata, sontak guru korban menghubungi ayah korban dan dilanjutkan mengadukan peristiwa itu ke polisi,” jelas Jahja, Kamis kemaren.
Jahja menegaskan saat ini pihaknya masih mendalami laporan kekerasan anak tersebut dengan memintai keterangan beberapa saksi, termasuk ayah kandung korban. Pihaknya juga telah memvisum korban di RSUD Jayapura terhadap luka kekerasan yang dialaminya.
 “Ayah korban bernama Aslhy dan sudah kami panggil untuk mendampingi putrinya dan sementara kami proses. Korban juga telah kami bawa ke RSUD  untuk proses visum,” kata Jahja.
Mengenai keberadaan ibu tiri korban sendiri, Jahja menyampaikan masih dalam pencarian. Sebab, pasca tindak kekerasan terhadap korban, pelaku langsung meninggalkan rumah. “Pelaku belum diketahui, suami juga mengaku tidak tahu keberadaan istrinya setelah menyiram wajah korban dengan air panas,” jelasnya.
Sementara itu, Guru korban, Jahra Daud   saat ditemui Pasific post usai membuat laporan kekerasan terhadap anak mengaku baru mengetahui anak muridnya mengalami kekerasan fisik oleh ibu tirinya. Korban sendiri, kata Jahra, merupakan murid salah satu murid yang baik di sekolahnya.
“Selama ini kami tidak tahu dan tahu-tahu tadi, ketika berada di sekolah, korban kok menutupi wajahnya dengan rambut, sehingga saya tegur agar dirapikan dan ternyata pipi kanannya melepuh,” tutur Jahra ditemani salah satu rekan guru tempat korban menimba ilmu. (Syaiful)

Dibaca 4732 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX