Selain Dengar Musik, Merokok Sambil Berkendara Juga Bisa Ditilang | Pasific Pos.com

| 20 June, 2019 |

Anggota Satlantas Polres Jayapura, Brigpol Ermiyati saat masang stiker keselataman berlalulintas di kendaraan roda dua milik masyarakat Asli Papua, belum lama ini. Anggota Satlantas Polres Jayapura, Brigpol Ermiyati saat masang stiker keselataman berlalulintas di kendaraan roda dua milik masyarakat Asli Papua, belum lama ini.

Selain Dengar Musik, Merokok Sambil Berkendara Juga Bisa Ditilang

Kriminal Penulis  Senin, 06 Mei 2019 20:29 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI – Selain merokok, makan dan mendengarkan music sambil berkendara juga akan dikenakan sanksi tilang kurungan penjara 3 bulan atau denda Rp.750 ribu.

Hal ini menyusul dengan adanya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 12 tahun 2019 yang melarang setiap pengendara sepeda motor untuk tidak merokok saat berkendara.

Kasat Lantas Polres Jayapura, AKP Dony Cancero, S. IK, mengungkapkan bahwa ini bukanlah fenomena baru. Karena hal ini juga sudah diatur dalam UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Jalan Raya.

Hanya saja menurut Dony, sosialisasi dan penjabaran soal UU tersebut sangatlah kurang. Sehingga masyarakat baru tahu kalau merokok sambil berkendara itu tidak boleh setelah Permenhub Nomor 12 tahun 2019 ini dikeluarkan.

Dony menjelaskan bahwa Permenhub ini merupakan penegasan terhadap UU No 22 tahun 2009 agar pengendara wajib mengendaraai kendaraan secara wajar dengan penuh konsentrasi.

“Sebenarnya itu sudah diatur, hanya saja kurang di sosialisasi dan penjabaran soal apa saja yang dapat mengurangi konsentrasi saat berkendara.  Makan dan mendengarkan music juga bisa mengurangi konsentrasi saat berkendara” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/5) siang.

Dirinya mengatakan, untuk di Kota Sentani dan sekitarnya sejauh ini pihaknya masih memberikan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat terkait Permenhub ini.

“Jadi kita masih sosialiasasi dan berikan himbauan kepada masyarakat. Karena beberapa waktu lalu di wilayah Sentani Timur itu ada pengendara  mobil yang dalam keadaan mabuk juga mengendaraai mobil sambil mendengarkan music dengan volume yang tinggi dan tidak sadar kalau sudah menabrak dan menyeret seorang warga hingga meninggal dunia” tandasnya.

Dibaca 54 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.