Polisi Ciduk Dua Pelaku Kekerasan Pelajar SMA yang Viral di Medsos | Pasific Pos.com

| 7 December, 2019 |

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas didampingi Kasat Reskrim (kiri) dan Kasubag Humas (kanan) ketika memberikan keterangan pers di Mapolres Jayapura Kota Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas didampingi Kasat Reskrim (kiri) dan Kasubag Humas (kanan) ketika memberikan keterangan pers di Mapolres Jayapura Kota

Polisi Ciduk Dua Pelaku Kekerasan Pelajar SMA yang Viral di Medsos

Kriminal Penulis  Kamis, 02 Mei 2019 18:24 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA – Pihak Kepolisian Resort Jayapura Kota akhirnya berhasil mengungkap pelaku kekerasan dan penganiayaan terhadap seorang pelajara SMA yang sempat viral dimedia social beberapa waktu lalu.

Kedua pelaku yang diketahui berinisial DKD (18) dan LAA (17) ditangkap tidak lama setelah korban Enjelina Koibur (17) melaporkan kejadian tersebut di sentral pelayanan kepolisian terpadu (SKPT) Polres Jayapura Kota, Rabu (1/5) siang.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas, Kamis (2/5) siang di Mapolres Jayapura Kota mengungkapkan kedua pelaku kekerasan dan penganiayaan ditangkap di dua lokasi berbeda, dimana DKD ditangkap di Kampung Puay Sentani, sementara LAA ditangkap di Padang Bulan Waena.

“Kedua pelaku ditangkap tidak lama setelah korbannya membuat laporan polisi terkait kekerasan itu, dan saat ini kedua pelaku telah diamankan guna proses labih lanjut,” terang Kapolres didampingi Kasuabg Humas dan Kasat Reskrim.

Ia menerangkan dari hasil pemeriksaan motif dari kasus kekerasan yang sempat heboh di media social itu dilatarbelakangi masalah asmara dimana pelaku tidak terima pacarnya menjalin hubungan dengan korban.

“Pelaku tidak terima karena pacarnya menjalin kasih dengan korban, sehingga pelaku langsung mencari korban dan melakukan aksi kekerasan,” tuturnya.

 Gustav pun menjelaskan kejadian itu terjadi saat korbannya usai pulang sekolah dengan lokasi kejadian di jalan Biak distrik Abepura pada senin (29/4) lalu pukul 12.00.WIT

“Lokasi kejadian tidak jauh dari sekolah korban ketika itu korban usai pulang sekolah,” bebernya.

Gutsav menambahkan proses hukum terhadap dua pelaku sendiri, tidak dilakukan penahanan hanya wajib lapor, namun proses pidana tetap berjalan.

“Kami tidak lakukan penahanan hanya wajib lapor, tapi kami pastikan proses hukum tetap berjalan sesuai undang-undang yang berlaku tentang kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur,” tegasnya.

Mantan Kapolres Jayapura ini pun menjelaskan atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 70 C jo pasal 80 ayat 1 UU Ri nomor 35 tahun 2014 tentang perbuatan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tantang perlindungan anal denmgan ancaman hukuman 3 tahun enam bulan dan atau denda paling banyak Rp.72.000.000.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Jayapura Kota AKP Sugeng Ade Wijaya menerangkan, pelaku penyebar video kekerasan dan penganiayaan yang sempat menghebohkan warga kota Jayapura nantinya akan masuk dalam penyidikan lantaran telah menyebarkan konten video yang melanggar undang-undang ITE.

“Saat ini kami focus untuk pelaku kekerasan, dan nantinya kami akan lekukan penyidikan guna mengungkap dan menangkap pelaku penyebar video tersebut,” tegasnya.

Dibaca 225 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.