Polisi Tangkap Dua Pelaku Pengeroyokan yang Menewaskan Mahasiswa Polbangtan | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

Polisi Tangkap Dua Pelaku Pengeroyokan yang Menewaskan Mahasiswa Polbangtan

Papua Barat Penulis  Kamis, 02 Mei 2019 11:30 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Aparat kepolisian menangkap 2 pemuda berinisial RR (20 tahun) dan MI (14 tahun), terduga pelaku pengeroyokan yang menyebabkan mahasiswa Polbangtan Manokwari berinisial YR (25 tahun) meninggal dunia, di samping Kampus Polbangtan Manokwari, Reremi, Minggu (28/4) dini hari.

Kanit Reskrim Polsek Manokwari Kota, Ipda B. Gunawan menjelaskan, sebelum menangkap keduanya, pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku berinisial KA (18 tahun) yang diduga menikam korban, sedangkan RR dan MI adalah rekan pelaku yang terlibat pengeroyokan terhadap korban sebelum ditikam KA.

Menurutnya, RR dan MI diamankan di rumah masing-masing di daerah Susweni, Distrik Manokwari Timur, Senin (29/4) sekitar pukul 10.00 WIT. Mereka, katanya, diserangkan orang tua dan keluarganya.

Diungkapkannya, sekarang pihak kepolisian sedang mencari 3 orang lagi yan diduga terlibat pengeroyokan terhadap korban.

“Kedua orang ini, dia terlibat pengeroyokan sebelum akhirnya ditikam pelaku berinisial KA ini. Masih ada sekitar 3 orang yang dicari, karena diduga terlibat pengeroyokan,” katanya kepada Tabura Pos di Polsek Manokwari Kota, Selasa (30/4).

Namun, dia mengaku, meski pihaknya sudah berupaya mencari barang bukti senjata tajam yang dipakai pelaku menikam korban, tetapi belum ditemukan. “Kami sudah mencari seharian, tetapi tidak ditemukan. Dari keterangan pelaku, senjata tajam yang dipakai dibuang di bawah Jembatan Sahara, tetapi kami cari tidak ada. Mungkin terbawa arus, karena air juga deras,” kata Gunawan.

Berdasarkan catatan Tabura Pos, peristiwa penikaman itu terjadi Minggu (28/4) sekitar pukul 02.00 dini hari, dimana  saat itu hendak kembali dari Wirsi bersama rekan-rekannya. Tiba-tiba, korban dihadang beberapa pemuda di samping Kampus Polbangtan Manokwari. Setelah sempat terlibat percekcokan antara korban dan pelaku, korban dikeroyok dan berujung penikaman.

Setelah ditikam, korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia. [CR45-R1]

Dibaca 112 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.