Pemasaran Produk Lokal Diharap Berkembang | Pasific Pos.com

| 15 November, 2019 |

Pengurus TP PKK dan peserta pelatihan saat menyimak arahan (foto:iis) Pengurus TP PKK dan peserta pelatihan saat menyimak arahan (foto:iis)

Pemasaran Produk Lokal Diharap Berkembang

Papua Selatan Penulis  Rabu, 01 Mei 2019 19:13 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Merauke, Rini Dewarusi Nebore mengharapkan agar produk-produk lokal asal Merauke dapat lebih berkembang di pasaran sehingga ketika tamu datang dari luar dapat membeli olahan khas Merauke,  apalagi Merauke tengah mempersiapkan diri untuk menyambut PON 2020 sehingga akan banyak tamu yang datang. “Tugas kita adalah menyiapkan aneka produk Merauke dengan kualitas jual. Banyak hal yang sudah dilakukan oleh bagian perekonomian dan Perindagkop namun perlu menyatukan persepsi untuk bersama-sama berjalan,”terangnya pada pelatihan manajemen pasar pedagang OAP di Hotel Megaria belum lama ini.

Ia meminta mama-mama Papua yang sudah mempunyai kelompok dapat melaporkan kepada Ketua PKK agar produk yang dibuat bisa dipasarkan lewat galeri khusus yang sudah pihaknya siapkan untuk menampung produksi yang ada.  Menurutnya, menjadi tanggung jawab pihaknya untuk membantu perekonomian, Perindagko dan membantu kerja Pemda,  itulah arti kehadiran PKK. Terkait dengan  bantuan modal  bagi para pedagang, ia meminta agar setelah mendapatkan modal misalnya melalui KUR maka pedagang juga harus bertanggung jawab terhadap usahanya.

Banyak komoditi yang dapat dikembangkan di daerah ini antara lain produk minyak kayu putih yang diharapkan akan lebih memfokuskan pada pemasaran minyak kayu putih lokal. Jadi untuk produk dari luar dapat dikurangi dan minyak kayu putih dari para produsen Wasur dapat masuk ke semua apotik. Dirinya sudah berupaya untuk mengadvokasi hal ini namun untuk kebijakan kembali lagi kepada lagi pihak pemerintah. Produk lain adalah terasi Merauke yang sangat terkenal dengan kelezatannya untuk dipasarkan di toko-toko.

Pihaknya yakin jika produk minyak kayu putih dari luar dibatasi maka usaha kelompok warga lokal secara bertahap akan ikut berkembang. “Namun jika produk luar yang terus masuk pastinya produk kita akan ketinggalan. Jika tidak ada minyak kayu putih Cap Lang pasti orang akan tetap mencari minyak kayu putih Wasur begitu pula jika ingin membuat sambal namun tidak ada terasi luar, maka tetap yang dicari adalah terasi lokal,”tegasnya.  Oleh sebab itu ia berharap agar hal ini dapat dijadikan pertimbangan oleh pemerintah sehingga produk lokal juga ikut berkembang dan pedagang tetap berpedoman pada harga standar yang berlaku di pasaran.

Dibaca 110 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.