Basarnas Jayapura Gelar Rakor SAR dan Pelatihan Potensi SAR | Pasific Pos.com

| 16 November, 2019 |

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Basarnas Marsekal Pertama TNI Heru Anggraini, S.E., M.M., ketika menyematkan kartu tanda keikutsertaan kepada dua orang perwakilan peserta, di Grand Allison Hotel, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (29/4) pagi. Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Basarnas Marsekal Pertama TNI Heru Anggraini, S.E., M.M., ketika menyematkan kartu tanda keikutsertaan kepada dua orang perwakilan peserta, di Grand Allison Hotel, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (29/4) pagi.

Basarnas Jayapura Gelar Rakor SAR dan Pelatihan Potensi SAR

Kabupaten Jayapura Penulis  Selasa, 30 April 2019 19:56 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pelatihan Potensi SAR Teknik Pertolongan di Ketinggian yang berlangsung di Grand Allison Hotel, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (29/4) pagi.

Rakor dilaksanakan selama satu hari dan Pelatihan Potensi SAR berlangsung selama lima (5) hari dari 29 April hingga 3 Mei 2019.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Basarnas Marsekal Pertama TNI Heru Anggraini, S.E., M.M., juga dihadiri Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro serta Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura DR. Timothius J. Demetouw dan Wakapolres Jayapura Kompol Iip Syarif Hidayat, S.H.

Adapun tema kegiatan melalui Rapat Koordinasi dan Pelatihan Potensi SAR,

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Data dan Informasi Basarnas, Marsekal Pertama TNI Heru Anggraini, SE., MM., mengatakan wilayah Indonesia memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap musibah, kecelakaan, maupun kondisi yang membahayakan manusia.

Ia mengatakan, kecelakaan menyangkut moda transportasi, baik di darat, laut maupun udara. Bencana adalah seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir bandang, puting beliung, tanah longsor dan sebagainya.

Sedangkan jenis kondisi yang membahayakan manusia diantaranya adalah orang hanyut atau tenggelam di sungai atau di laut, orang hilang atau tersesat di gunung hutan, orang terjebak di reruntuhan bangunan, orang terjebak di ketinggian dan sejenisnya.

Menurutnya, kondisi ini dihadapi di wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura dimana wilayah kerjanya meliputi 15 kabupaten/kota di Provinsi Papua.

Untuk itu, sesuai dengan undang-undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan serta Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2017 tentang Pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan, maka badan Nasional Pencarian dan Pertolongan melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura memiliki tugas dan juga tanggung jawab melaksanakan pembinaan melalui penyelenggaraan rapat koordinasi (Rakor) serta pendidikan dan pelatihan teknis khusus bagi potensi SAR, baik setiap orang, instansi maupun organisasi yang memiliki potensi pencarian dan pertolongan.

Adapun tujuan rakor dan pelatihan ini bertujuan untuk menjalin koordinasi yang baik kepada instansi pemerintah maupun organisasi berpotensi SAR.

“Jadi, potensi pencarian dan pertolongan, serta pelatihan teknik pertolongan di ketinggian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan juga keterampilan tentang pertolongan di ketinggian. Sehingga potensi pencarian dan pertolongan dapat membantu badan Pencarian dan Pertolongan dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan secara cepat, tepat, aman, terpadu dan terkoordinasi,” jelas Heru

“Harapan saya, melalui rakor SAR dan pelatihan teknik pertolongan di ketinggian bagi potensi SAR ini dapat menghasilkan semangat kemanusiaan, kesatuan pola pikir dan pola tindak yang sama untuk memberikan pelayanan jasa di bidang SAR seoptimal mungkin. Sebesar dan seberat apapun tugas yang kita hadapi, dengan didasari niat mulia, saya yakin pelayanan pencarian dan pertolongan tersebut bukan suatu hal yang mustahil untuk diwujudkan,” harapnya.

Sementara itu, dalam sambutan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE., M.Si., yang dibacakan Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro mengatakan, rakor dan pelatihan SAR ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi kedaruratan yang setiap mengancam kehidupan.

“Dengan koordinasi dan terintegrasinya seluruh potensi SAR di Provinsi Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura, kita berharap memiliki tim SAR gabungan yang solid,” katanya.

Dengan kesolidan tim SAR, semua merasa lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

Selebihnya, dengan adanya tim SAR yang solid, pihaknya berharap mampu memberikan rasa aman, rasa nyaman, sehingga dapat mendukung aspek-aspek lain demi keamanan, kenyamanan dan juga kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jayapura.

Peserta yang mengikuti rakor sebanyak puluhan orang dan juga peserta pelatihan potensi SAR juga berjumlah puluhan orang, terdiri dari instansi pemerintah/swasta, TNI/Polri, dan organisasi berpotensi SAR di daerah Kabupaten Jayapura.

Dibaca 182 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.