Alumni SMP YPPK Kristus Raja Gelar Aksi Donor Darah | Pasific Pos.com

| 18 October, 2019 |

Alumni SMP YPPK Kristus Raja Jayapura menggelar aksi donor darah dan periksa kesehatan  di Main Hall, Kantor Gubernur Papua, Dok II, Jayapura, Sabtu (27/4). Alumni SMP YPPK Kristus Raja Jayapura menggelar aksi donor darah dan periksa kesehatan di Main Hall, Kantor Gubernur Papua, Dok II, Jayapura, Sabtu (27/4).

Alumni SMP YPPK Kristus Raja Gelar Aksi Donor Darah

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Senin, 29 April 2019 10:30 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Alumni SMP YPPK Kristus Raja-Jayapura bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD)  PMI Kota Jayapura menggelar aksi donor darah sebagai salah satu rangkaian reuni akbar pada tanggal 29 Juni 2019 mendatang.

Selain itu dilakukan juga periksaaan  kesehatan gratis meliputi kolestrol,  asam urat, gula darah.
Kegiatan ini didukung  para dokter Alumni SMP YPPK Kristus Raja-Jayapura, dipimpin dr. Helena Pakiding,  Spesialis Penyakit Paru RSUD Abepura. Alumni SMP Kristus Raja- Jayapura 1993, di Main Hall, Kantor Gubernur Papua, Dok II, Jayapura, Sabtu (27/4), dihadiri para alumni, TNI dan masyarakat umum sebagai wujud kepedulian sosial dan kemanusiaan.

Koordinator Seksi Acara Panitia Reuni Akbar SMP YPPK  Kristus Raja- Jayapura Chris Wahono, yang mewakili Ketua Panitia  mengatakan, aksi donor darah ini merupakan bentuk solidaritas sosial alumni SMP YPPK  Kristus Raja- Jayapura kepada sesama. Melalui kegiatan ini diharapkan bisa memberikan manfaat serta membantu pihak-pihak yang benar-benar membutuhkan.

Chris mengatakan,  pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Papua, khususnya  Gubernur Provinsi Papua  Lukas Enembe, SIP, MH, yang telah memfasilitasi  dan  menyediakan ruangan Main Hall, Kantor Gubernur Papua, Dok II, Jayapura, untuk kegiatan donor darah dan periksa kesehatan dalam rangka reuni akbar SMP YPPK Kristus Raja-Jayapura.

Dikatakannya, aksi donor darah merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka reuni akbar  SMP YPPK Kristus Raja-Jayapura pada tanggal 29 Juni 2019 mendatang, sekaligus pelaksanaan syukuran berdirinya SMK YPPK Kristus Raja-Jayapura.

Ia mengatakan, pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada UTD   PMI Kota Jayapura,  yang telah menyediakan waktu untuk mengambil bagian didalam kegiatan ini.

Rencana rangkaian kegiatan ketiga, ujarnya, adalah aksi jalan santai beserta masyarakat yang berada di Kota Jayapura dan sekitarnya yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2019 atau sehari sebelum pelaksanaan reuni akbar Alumni SMP YPPK Kristus Raya-Jayapura. “Kami mengundang masyarakat di Kota Jayapura untuk berpartisipasi dalam kegiatan jalan santai tersebut,” katanya.

Sebelumnya,  Alumni SMP YPPK Kristus Raja, Jayapura, menggelar serangkaian  kegiatan, diawali dengan    kunjungan kasih sekaligus menyerahkan bantuan sosial   ke tiga (3) Panti Asuhan di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Masing-masing Panti Asuhan Humania Polimak, Panti Asuhan Pelangi I Abepura dan  Panti Asuhan Putri Kerahiman,  Hawai, Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (9/3) lalu.

Sementara  itu,  Penanggungjawab Mobil Unit UTD PMI Kota Jayapura Widi Santoso mengatakan,    pihaknya menargetkan  aksi donor darah Alumni SMP YPPK Kristus Raja-Jayapura ini  setidaknya mencapau 150 kantong darah.
“Nanti kita lihat untuk aplikasinya. Dan  saya berharap semoga yang belum datang bisa bergabung disini, supaya  bisa meramaikan aksi donor darah  Alumni SMP YPPK Kristus Raja-Jayapura,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk donor darah khusus di Kota Jayapura satu dan dua tahun berjalan ini sudah bisa memenuhi kebutuhan darah kurang lebih 60 persen dari pada kebutuhan yang harus dipenuhi di  RSUD di Kota Jayapura maupun RSUD sekitarnya yakni RSUD Yoware, RSUD Mamberamo, RSUD Keerom dan RSUD Dekai,  RSUD Wamena dan lain-lain.
Menurutnya, pihaknya memang belum bisa memenuhi kebutuhan seluruh RSUD sekitar 1.600 lebih kantong darah.  Tapi  pihaknya bisa memenuhi dari donor darah sukarela dengan kegiatan mobil unit  UTD PMI Kota Jayapura ini kurang lebih 60 persen. Sedangkan  sisanya   dipenuhi dari pada keluarga pasien sendiri yang 40 persen.

“Jadi kadang kadang ada keluarga yang mendonorkan darah di UTD, apabila stok kita yang belum terpenuhi dan itu semua tercukupi oleh donor pengganti atau donor dari keluarga pasien,” katanya.

Dijelaskannya, darah sebelum diberikan  kepada pasien dilakukan beberapa tahapan,  setelah  pihaknya melakukan  pengambilan donor darah dimanapun.  Setelah itu darah tersebut akan  dilakukan screening atau uji saring dari kelima penyakit menular, yakni  hepatitis B, hepatitis C, HIV, spilis dan malaria.

Ia mengutarakan, pihaknya memang mencari pendonor darah sukarela yang faktor resikonya rendah, karena apa setelah dilakukan screening misalnya ada 55 orang pihaknya akan melakukan uji jenjang  serasi antigen dengan antibodi golongan darah pada pasien sendiri walaupun sudah lolos terhadap lima penyakit menular.

Dibaca 119 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX