Polres Manokwari Gelar FGD Deklarasi Damai Pemilu 2019 Serentak | Pasific Pos.com

| 25 August, 2019 |

Polres Manokwari Gelar FGD Deklarasi Damai Pemilu 2019 Serentak

Papua Barat Penulis  Sabtu, 27 April 2019 10:19 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Polres Manokwari menggelar focus group discussion (FGD) Deklarasi Damai Pemilu 2019 Serentak di Aula Polres Manokwari, Jumat (26/4).

FGD yang dipimpin Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, didampingi Sekda Kabupaten Manokwari, Aljabar Makatita, Ketua PN Manokwari, Heru Hanindyo, Kajari Manokwari, T. Banjar Nahor, Ketua KPU Kabupaten Manokwari, Abdul Muin Salewe, dan Sekretaris Bawaslu Kabupaten Manokwari, M. Mandowen, turut dihadiri para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan partai politik (parpol).

Pada kesempatan itu, terdapat 4 poin penting yang tertuang dalam Ikrar Deklarasi Pemilu yang diucapkan bersama-sama. Pertama, selalu menaati ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku dan memegang teguh moral serta etika yang berlaku pada nilai-nilai Pancasila, budaya bangsa, agama serta akan mengutamakan kepentingan umum dan menghormati hak asasi manusia (HAM).

Kedua, senantiasa memelihara keragaman serta keamanan dan ketertiban masyarakat selama proses perhitungan suara sambil menunggu hasil pengumuman resmi pelaksanaan Pemilu 2019 serentak dari KPU.

Ketiga, senantiasa menerima dan menjunjung tinggi segala keputusan dari KPU, baik menang maupun kalah dalam Pemilu 2019 serentak dan keempat, saling menghormati dan menghargai sesama pendukung pasangan calon serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, seperti menghasut, memfitnah, mengadu domba, dan menyebarkan hoax serta ujaran kebencian.

Kapolres mengajak seluruh elemen, baik forkopimda maupun masyarakat supaya bersama-sama menjaga kondisi kamtibmas di Manokwari tetap aman dan sejuk. Menurutnya, semua elemen sangat penting untuk menanggapi dampak media sosial yang sangat luar biasa.

Sebab, lanjut dia, semua orang telah menjadi jurnalis, siapa pun bisa membuat status dan membuat statement yang belum tentu benar, dan hal itu bisa membuat disintegrasi bangsa.

Dirinya juga meminta para ketua parpol supaya mengimbau calon anggota legislatif (caleg) yang belum beruntung supaya menyiapkan diri lebih baik untuk ke depan. Sedangkan caleg yang terpilih supaya tidak merayakan kemenangan dengan euphoria yang berlebihan, sehingga menimbulkan kecemburuan dan rasa iri yang dapat menimbulkan pertengkaran.

“Mari kita bersama-sama jaga Manokwari ini agar tetap aman dan sejuk, karena Polri dan TNI tidak bisa melakukan ini sendiri tanpa bantuan semua elemen. Indonesia ini Pancasila, ada beragam suku, agama, ras dan sebagainya. Oleh karena itu, tolong bantu kami menjaga Manokwari sambil menunggu hasil. Bila ada permasalahan dan tidak sesuai aturan, segera dilaporkan dan dikawal prosesnya. Kami siap melakukan itu, jangan sampai kita dipecah-belah dan mungkin bisa saja mendompleng dengan adanya orang-orang yang ingin mengambil untung pada momen ini,” ujar Kapolres.

Sementara Sekda Kabupaten Manokwari mengucapkan terima kasih terhadap seluruh elemen atas terselenggaranya Pemilu 2019 serentak yang dianggap telah menguras tenaga, pikiran, perasaan, dan kantong.

Menurut Makatita, terselenggaranya Pemilu di wilayah pemerintahan Kabupaten Manokwari yang aman dan lancar merupakan suatu hal yang patut disyukuri, dan hal tersebut tidak terlepas dari peran semua elemen.

“Tidak banyak yang dapat kami sampaikan selain ucapan rasa terima kasih atas partisipasinya, sehingga kegiatan akbar ini bisa terselenggara dengan baik,” kata Sekda.

Ketua PN Manokwari menambahkan, pemilu yang dilaksanakan serentak ini menggunakan biaya yang cukup besar, baik dari APBN maupun dari masing-masing pribadi. Lanjut dia, saat ini tidak ada hal lain yang bisa dilakukan selain menunggu perhitungan secara resmi dan hal terpenting, bagaimana siap menerima kemenangan dan kekalahan.

Ditegaskannya, pemilu tidak bermanfaat jika berdampak atau mengakibatkan keributan, bahkan kerusuhan, yang berpotensi menimbulkan kerugian, baik kerugian pribadi maupun kerugian negara.

“Oleh karena itu, apa yang telah diselengarakan dan termasuk deklarasi damai hari ini adalah silahturahmi, karena itu kami berterima kasih dan kita sepakat bahwa semua yang dilakukan tidak lain adalah untuk kepentingan bersama, untuk bangsa dan Negara,” tandasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manokwari, T. Banjar Nahor menyampaikan, pasca pelaksanaan pemilu di Manokwari, sejauh ini tidak ada pelanggaran pemilu yang dibawah keranah pengadilan, dan hal tersebut patut disyukuri.

Menurutnya, hal tersebut berbeda yang terjadi dibeberapa daerah diluar Manokwari,  dan dianggapnya hal tersebut pertanda bahwa ada kericuhan-kericuhan yang terjadi didaerah tersebut., namun menurutnya, bukan semua itu berjalan dengan mulus.

Oleh karena itu, ia berharap pengalaman-pengalaman pemilu itu bisa menjadi pedoman untuk berbenah, mana yang kurang, mana yang sudah baik, yang baik ditingkatkan dan yang kurang dihilangkan.

“Bagi saya, tidak ada kata indah selain kata damai. Damai di dunia dan damai di surga, sehingga kalau ada di hati kita yang kurang, mari kita saling memaafkan. Kita harus mengendalikan diri, karena pertandingan pasti ada menang, ada kalah, karena tanah Papua sebagai tanah perjanjian yang harus kita jaga,” pintanya.

Dirinya mengajak seluruh elemen menjadi garda terdepan, karena banyak hal yang perlu dilakukan untuk generasi ke depan. “Mari kita jadikan perbedaan itu suatu kekuatan dan jangan jadikan perbedaan suatu perpecahan. Kita hindari hal-hal yang membuat diri kita terpecah-belah,” harap Ketua PN.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Manokwari mengaku jika pelaksanaan Pemilu 2019 adalah pemilu yang paling melelahkan.

Untuk update terbaru proses perhitungan suara, Salewe mengatakan, KPU telah menyelesaikan proses pleno rekapitulasi perhitungan suara di 2 distrik dari 9 distrik di Kabupaten Manokwari.

“Hasilnya sudah ada dan mereka akan antar ke kami. Sesuai dengan tahapan, Kabupaten Manokwari akan melaksanakan pleno paling lambat tanggal 7 Mei 2019, sehingga dalam perjalanannya nanti, kami berharap dukungan yang sama hingga semua berjalan aman dan lancar,” katanya.

Lanjut dia, apabila dalam pelaksanaannya dari KPU ada hal yang telah membuat kesalahan, Salewe menegaskan, perlu diketahui bahwa tidak ada maksud untuk melakukan hal tersebut, karena kesalahan itu tidak lain karena semuanya adalah manusia biasa.

Sedangkan Sekretaris Bawaslu Kabupaten Manokwari mengklaim bahwa sejauh ini, Bawaslu telah menjalankan tugasnya sesuai aturan.

“Apapun yang terjadi, ini hanya pertandingan, pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Jadi, mari kita bijaksana menanggapi semua ini dengan bijak, dengan otak yang dingin, jangan dengan emosional. Marilah kita merenungkan apa yang akan terjadi,” tuturnya.

Menurut dia, sejauh perjalanan proses pelaksanaan pemilu, banyak penilaian yang menganggap Bawaslu tidak berhasil dalam mengawasi jalannya pemilu, tetapi pihaknya telah mendukung apa yang telah dilakukan KPU.

“Kita selalu berkoordinasi dengan semuanya untuk mengamankan jalannya pemilu. Jadi, ketika ada penilaian bahwa Bawaslu masih kekurangan, maka secara pribadi maupun lembaga, kami mohon maaf. Harus diketahui bahwa kami telah berjuang. Yang patut disyukuri, karena tidak ada pelanggaran yang merujuk ke pidana,” pungkas Mandowen. [CR45-R1]

Dibaca 127 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX