Pemkab Kaimana Dinilai Belum Terbuka Soal Informasi Publik | Pasific Pos.com

| 19 October, 2019 |

Pemkab Kaimana Dinilai Belum Terbuka Soal Informasi Publik

Papua Barat Penulis  Kamis, 25 April 2019 16:50 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Anggota Kelompok Kerja (pokja) Adat Kaimana Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Amirudin Sabaku menilai, pemerintah kabupaten (pemkab) Kaimana belum terlalu terbuka ke masyarakat terkait informasi publik yang seharusnya diketahui masyarakat Kaimana hingga ke tingkat kampung.

Misalnya, sebut Amirudin Sabaku, informasi proses penerimaan beasiswa luar negeri dan penerimaan Calon pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sabaku mengaku, hal ini terungkap saat dirinya melakukan

reses triwulan pertama tahun 2019 ke beberapa distrik dan kampung di kabupaten Kaimana. Diantaranya, kampung Namatota,  Sisir Satu, Nanggromi dan kampung Ukiara.

Dalam agenda reses itu,  Sabaku mengetahui bila sebagian besar masyarakat belum mengetahui adanya penerimaan beasiswa luar negeri bagi putra putri asli sebagai wujud dari afirmasi pendidikan termasuk penerimaan Akmil, Akpol, serta penerimaan CPNS.

"Salah satu contoh kasus, masalah kuota IPDN, kuota Akmil,  Akpol dan rekrutmen anggota TNI dan Polri, masyarakat di distrik dan kampung buta informasi ini," kata Sabaku kepada Tabura Pos di Kantor MRPB,  belum lama ini.

Seharusnya, lanjut Sabaku, pemkab Kaimana dapat menyalurkan informasi publik itu sampai ke masyarakat. Sebab tujuan dari adanya semua itu adalah masyarakat. Untuk itu, Ia menyarankan agar pemkab Kaimana dapat membangun suatu tempat atau sarana yang dapat dijadikan rumah informasi yang dijadikan sebagai sumber penyaluran informasi publik ke masyarakat, sehingga semua masyarakat di Kaimana baik yang berada di dalam kota maupun pedalaman  dapat mengetahui perkembangan informasi seputaran Kaimana.

"Sehingga informasi publik mengenai adanya penerimaan CPNS,  TNI Polri, Akmil, Akpol,  informasi kultur budaya orang Papua maupun informasi penerimaan beasiswa luar negeri bagi anak anak Papua yang ada di Amerika, Australia, Korea, sampai ke masyarakat, sehingga. masyarakat dapat berpartisipasi," jelas Sabaku.

Menurut Sabaku, penyebarluasan informasi kepada masyarakat sangat penting demi  keberpihakan kepada orang asli Papua, khususnya masyartakat 7 suku di kabupaten Kaimana ,”tandas Sabaku. (SDR-R2)

Dibaca 140 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.