Belum Ada Tempat Khusus Bagi Pecandu Narkoba Di Papua | Pasific Pos.com

| 21 August, 2019 |

Kepala Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi Papua, Sefnat B.Laiyan (foto:iis) Kepala Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi Papua, Sefnat B.Laiyan (foto:iis)

Belum Ada Tempat Khusus Bagi Pecandu Narkoba Di Papua

Papua Selatan Penulis  Rabu, 24 April 2019 22:38 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi Papua, Sefnat B.Laiyan mengemukakan bahwa  untuk rehabilitasi pecandu narkotika di Provinsi Papua memang belum ada tempat khusus namun yang tersedia  hanya klinik BNNP, klinik BNNK Jayapura dan klinik BNNK Mimika yang khusus disiapkan  bagi para pecandu untuk melakukan rawat jalan. Sedangkan untuk rawat inap dilakukan di Makassar, Lido, Balikpapan dan Batam. Papua menjadi sasaran empuk bagi para pengedar narkotika karena mereka melihat cakupan wilayah yang begitu luas dan membidik anak-anak sekolah hingga mahasiswa.

“Para orang tua yang kurang mengakses layanan rehabilitasi di BNN maupun di Polres menjadi factor semakin parahnya bahaya narkotika ini.  Oleh sebab itu jika ada anak yang mengkonsumsi narkoba harus segera dibawa ke Polres atau Polsek terdekat. Sebab berdasarkan undang-undang nomor 35 tahun 2009 pasal 54 dan 55 sudah tercantum bahwa bagi anak berusia 18 tahun ke bawah wajib dibawa oleh anggota keluarganya. Sedangkan bagi yang sudah berusia 18 tahun ke atas dapat melapor dengan kesadaran sendiri untuk untuk direhabilitasi,”terangnya kepada wartawan di Coreinn Hotel belum lama ini.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pihaknya juga melakukan rapat koordinasi tentang rehabilitasi penyalahgunaan narkoba dan pecandu narkotika  untuk mendorong pemerintah dalam mewujudkan sinergitas BNN dengan stake holder khususnya yang ada di Kabupaten Merauke sehingga ke depan dapat dibentuk BNN di daerah ini. Ini merupakan salah satu advokasi pihak  BBN kepada kantor dan lembaga sehingga ada sinergitas, sesuai dengan instruksi presiden nomor 6 tahun 2018 dimana semua kementerian, lembaga, gubernur, walikota dan bupati diminta untuk melakukan pencegahan P4GN di wilayah masing-masing.

Dibaca 85 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.