Bahasa Lokal Waropen, Diperkirakan Punah Kurang Dari 45 Tahun Lagi | Pasific Pos.com

| 16 October, 2019 |

Ketua Asosiasi Peneliti Bahasa-Bahasa Lokal Kabupaten Waropen Karel Maniagasi, bersama anggota pengurus usai melakukan pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Waropen, Senin (15/4). Ketua Asosiasi Peneliti Bahasa-Bahasa Lokal Kabupaten Waropen Karel Maniagasi, bersama anggota pengurus usai melakukan pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Waropen, Senin (15/4).

Bahasa Lokal Waropen, Diperkirakan Punah Kurang Dari 45 Tahun Lagi

Lintas Daerah Penulis  Selasa, 16 April 2019 19:34 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

WAROPEN-Asosiasi Peneliti Bahasa-Bahasa Lokal Kabupaten Waropen meneliti kurangnya penutur asli Bahasa lokal Waropen, akan berdampak pada punahnya Bahasa tersebut. Diperkirakan kurang dari 45 tahun lagi atau dua hingga tiga generasi yang akan datang, jika tidak segera dilakukan upaya-upaya pelestarian.

Ketua Asosiasi Peneliti Bahasa-bahasa Lokal Waropen, Karel Maniagasi berkomitmen bersama dua orang peneliti dan Kosultan ahli Bahasa yang berprofesi sebagai akademisi di perguruan tinggi. Mereka bersama para pengurus dan peneliti akan mendata dan merangkum Bahasa lokal Negeri Seribu Bakau ini untuk diterbitkan Kamus Bahasa Daerah Waropen.

“Bahasa Waropen diperkirakan akan punah 45 tahun lagi bahkan kurang, karena penutur aslinya sudah tidak ada lagi. Ini dikarenakan kawin silang, kurangnya aktivitas berbahasa daerah dilingkup keluarga. Apalagi saudara-saudara kita dari Yapen, Jayapura dan sekitarnya, mereka juga datang dengan Bahasa lokal mereka sendiri,” ujar Karel Maniagasi.

Menurutnya, Bahasa Waropen adalah sebuah identitas yang tidak boleh diabaikan. Karena dengan menggunakan Bahasa tersebut menjadi satu langkah pintu masuknya pembangunan. Dalam kepenguruan asosiasi ini pun akan membuat satu materi dan siap untuk disajikan dalam bentuk bahan ajar. (il).

Dibaca 139 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.