Bawaslu Mulai Gencar Tertibkan APK | Pasific Pos.com

| 16 September, 2019 |

Anggota Bawaslu Papua, Ronald Manoach Anggota Bawaslu Papua, Ronald Manoach

Bawaslu Mulai Gencar Tertibkan APK

Sosial & Politik Penulis  Senin, 15 April 2019 23:08 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, - Hari pencoblosan tinggal dua hari lagi,untuk itu sebagai penyelenggara pesta demokrasi pada Pemilu  2019, maka Bawaslu Papua dan Bawaslu kabupaten/kota kini mulai gencar menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) di berbagai kabupaten.

Terkait dengan itu, Anggota Bawaslu Papua, Ronald Manoach mengungkapkan,  bahwa berakhirnya kampnye, baik kampanye di media dan rapat Umum, Bawaslu berkoordinasi hingga ke Bawasu tingkat bawah untuk melakukan patroli pengawasan, karena mestinya sejak tanggap 13 malam APK diturunkan.

Namun dari pantauan Bawaslu di lapangan ternyata masih banyak APK parpol, caleg, calon DPD dan Timses Capres yang belum menertibkan APK-nya, sehingga pihaknya menginstruksikan semua Bawaslu kabupaten/kota menertibkan APK.

"Beberapa kabupaten lain sudah dilakukan penertiban Minggu (14/4), dan untuk kota Jayapura hari ini dilakukan hingga besok," kata Ronald kepada Wartawan di Jayapura, Senin (14/4/19).

Menurutnya, dalam penertiban APK, Bawaslu  sudah berkoordinasi dengan Satpol PP karena mereka yang menertibkan dan Satpol PP mendukung kerja Bawaslu.

"Termasuk teman-teman kepolisian juga dalam hal ini Lantas,  itu untuk mengatur lalu lintas, karena termasuk APK di mobil juga ditertibkan," jelasnya.

Selain itu lanjutnya, dimasa tenang ini Bawaslu juga fokus patroli terkait money politik, kampanye terselubung dan kemungkinan adanya serangan fajar.

"Memang sejauh ini belum ada, tapi kami tetap antisipasi. Saat inj yang menonjol hanya APK yang tidak ditertibkan sendiri pemiliknya dan kami sedang tertibkan itu," ujar Ronald.

Untuk itu, kata Ronald, pihaknya  akan  mendorong semua pihak agar memaksimalkan pencegahan.

Hanya saja kata Ronald,  terkadang ada berbagai pihak tidak peduli terhadap proses itu dan tidak mengidentivikasi masalah, juga tidak melakukan pencegahan. Sehingga  masalah itu terjadi dan mengakibatkan hal tak diinginkan.

"Jadi makanya kami dorong itu untuk memaksimalkan pencegahan. Yang kami inginkan jangan sampai ada masalah tidak diselesaikan dan jadi masalah baru saat pungut hitung," paparnya. (TIARA)

Dibaca 124 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX