Regulasi Pemain PON, Asprov Papua Surati PSSI | Pasific Pos.com

| 22 November, 2019 |

Wakil Ketua Asprov PSSI Papua, Rocky Bebena Wakil Ketua Asprov PSSI Papua, Rocky Bebena

Regulasi Pemain PON, Asprov Papua Surati PSSI

Olahraga Penulis  Senin, 15 April 2019 23:00 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua menyurati PSSI pusat terkait dengan regulasi usia pemain sepakbola dan penggunaan pemain yang sudah bergabung klub profesional.

Wakil Ketua Asprov PSSI Papua, Rocky Bebena mengatakan, surat edaran PSSI Pusat yang menyangkut regulasi sepak bola pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang yang memperbolehkan menggunakan 5 pemain profesional dianggap belum sah.

"Sebagai tuan rumah pelaksanaan PON tentu memiliki wewenang dalam regulasi yang akan digunakan pada cabang olahraga sepak bola, dan kita sudah menyurat ke PSSI sebelum surat edaran itu keluar, dalam surat yang kami kirim sesuai dengan hasil rapat exco PSSI Papua. Kami meminta untuk tidak memakai pemain profesional, semua harus pemain amatir,” ungkap Rocky saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/4).

Menurunya, mengenai penggunaan lima pemain profesional itu. Asprov PSSI Papua minta kepada PSSI pusat untuk ditinjau kembali. “Dengan adanya surat edaran tersebut, kita sudah menjawab dan meminta kebijakan PSSI dengan tanpa pemain profesional. Karena pemain profesional itu berbeda dengan pemain amatir," ujarnya.

Rocky menjelaskan, melibatkan pemain profesional di multi ivent empat tahunan itu dapat menghambat pembinaan sepak bola usai muda. Oleh karena itu, Asprov Papua ingin pemain yang tampil di PON adalah pemain amatir.

“Kita ingin pemain amatir yang tampil di PON, agar ada pemain-pemain mudah yang muncul dari ivent ini, dan kita ingin dari ajang PON ini ada bisa memberikan kontribusi pemain ke Timnas U-22," jelasnya.

Terkait dengan tahun kelahiran, Rocky sependapat dengan PSSI. dimana, pemain yang akan berlaga di PON nanti adalah pemain kelahiran tahun 1998. Dirinya berharap PSSI pusat segera merespon keputusan Asprov PSSI Papua dengan tidak menggunakan pemain profesional yang sudah dituangkan dalam surat yang sudah dikirim beberapa hari lalu.

“PSSI harus membalas surat kami, karena ini merupakan surat yang kedua, dan kami juga sudah kordinasi dengan Technical Delegate (TD) sepak bola untuk segera datang ke Papua meninjau venue yang akan digunakan sebagai babak penyisihan hingga partai final, dan memastikan regulasi yang akan kita tetapkan,” pungkasnya.

Dibaca 203 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.