Buntut dari Laka Maut di Amban, Warga Blokade Jalan 5 Jam Lebih | Pasific Pos.com

| 19 October, 2019 |

Buntut dari Laka Maut di Amban, Warga Blokade Jalan 5 Jam Lebih

Papua Barat Penulis  Senin, 15 April 2019 18:33 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Puluhan warga memblokade jalan di depan Polsek Amban dan Kantor Kelurahan Amban, Kabupaten Manokwari, Minggu (14/4) mulai pukul 05.00 WIT hingga pukul 11.20 WIT.

Pemblokadean jalan itu buntut dari kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang menyebabkan seorang mahasiswa Universitas Papua (Unipa) Manokwari berinisial EK (33 tahun), meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis di RSUD Manokwari, Sabtu (13/4) sore.

Blokade akhirnya dibuka setelah anggota Polres Manokwari yang dipimpin Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi mendatangi lokasi, bernegosiasi dengan warga, kemudian membuka blokade jalan tersebut.

Disinggung mengenai kronologis kejadian laka lantas itu, Kapolres menjelaskan, peristiwa itu bermula dari kasus laka lantas atau tabrak lari seorang pengemudi mobil Toyota Hilux berwarna hitam yang identitasnya belum diketahui terhadap seorang pengendara sepeda motor Honda Supra yang dikendarai EK.

Diungkapkan Erwindi, laka lantas itu terjadi, Sabtu (13/4) sekitar pukul 18.10 WIT dan setelah kejadian, korban sempat dilarikan ke RSUD untuk mendapat pertolongan medis, tetapi nyawa korban tak terselamatkan akibat cedera otak dan tidak sadarkan diri.

“Akibatnya, warga palang jalan sejak pukul 05.00 WIT tadi,” kata Kapolres kepada para wartawan di depan Kantor Kelurahan Amban, Manokwari, kemarin.

Menurut mantan Kapolres Kaimana ini, dari hasil mediasi antara pihak kepolisian dan warga, mereka bersedia membuka blokade jalan dengan 2 catatan. Pertama, warga meminta pelaku segera ditangkap dan kedua, pemda bersedia membantu menanggung biaya pemulangan jenazah korban ke Wamena, Provinsi Papua.

Terkait identitas dan keberadaan pengemudi mobil Hilux, Kapolres mengatakan, identitas pelaku belum diketahui, tetapi pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini dan menangkap pelaku. “Kita juga minim saksi, tetapi kita akan cari dan segera meringkusnya,” tandas Erwindi.

Dari pantauan Tabura Pos, setelah warga memblokade jalan selama 5 jam lebih, akhirnya polisi membuka blockade dan arus lalu lintas kembali normal. Setelah pembukaan blokade jalan, sejumlah aparat kepolisian masih disiagakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama. [CR45-R1]

Dibaca 125 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.