Pejuang Kemanusiaan Pastor Neles Tebay Tutup Usia | Pasific Pos.com

| 6 December, 2019 |

Pastor Neles Tebay Pastor Neles Tebay

Pejuang Kemanusiaan Pastor Neles Tebay Tutup Usia

Info Papua Penulis  Senin, 15 April 2019 07:07 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, - Rakyat Papua kembali berduka, disaat umat Kristiani memasuki pekan suci dan umat Katolik merayakan Minggu Palma, berita Pastor Neles Tebay meninggal dunia diterima.

Pastor Neles Tebay merupakan salah satu pejuang kemanusiaan bagi masyarakat Papua. Hingga tutup usia pada Minggu (14/4)  almarhum masih menjabat sebagai koordinator Jaringan Damai Papua.

Pastor Neles Tebay adalah salah satu putra terbaik Papua, intelektual Papua, seorang pastor yang merupakan tiang gereja dan harapan umat serta masyarakat Papua.

Jaringan Damai Papua (JDP), didirikan oleh almarhum  untuk menjembatani dialog Jakarta - Papua dalam menyelesaikan persoalan HAM dan politik, ideologi, di Bumi Cenderawasih.

Ia kerap bertentangan dengan cara pemerintah Indonesia menyelesaikan masalah Papua, antaralain dengan upaya penegakan hukum terhadap kelompok separatis. Ia menyarankan pemerintah mencari cara penyelesaian lebih efektif, permanen, salah satunya melalui dialog.

Pastor Neles Tebay lahir di kampung Goodide, distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai, Papua, 13 Februari 1964 – meninggal dunia di usia 55 tahun. Semasa hidup, Ia sering menulis artikel di berbagai surat kabar.

Pastor lulusan Universitas Kepausan Urbaniana di Roma pada 2006 silam dan mendapat gelar master (MA) di Filipina, dikenal sebagai salah seorang tokoh yang selalu menyeruhkan perdamaian di tanah Papua.

Pastor Neles Tebay, meninggal dpada hari Minggu 14 April 2019 di RS Carolus pkl. 12.15, karena sakit. Kurang lebih 5 bulan almarhum menjalani pengobatan hingga Tuhan memanggilnya.

Jenasah disemayamkan di Rumah Duka Carolus ruang Gabriel. Dan  Minggu malam telah diadakan misa  dipimpin oleh Rm. Ivan Haryanto.

Sementara itu Misa Pelepasan Jenasah akan diadakan hari Senin 15 April pkl. 17.00, di Rumah Duka Jakarta.  Selesai misa jenasah akan dihantar ke bandara Sukarno-Hatta, selanjutnya  jenasah diterbangkan ke Jayapapura dengan pesawat Batik Air pada pkl. 23.55.

Dibaca 376 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik