Robert Waraopea Kembali Pimpin Lemasko Periode 2019-2024 | Pasific Pos.com

| 18 June, 2019 |

Penyerahan Laporan pertanggungjawaban pencapaian Selama 5 tahun. Penyerahan Laporan pertanggungjawaban pencapaian Selama 5 tahun.

Robert Waraopea Kembali Pimpin Lemasko Periode 2019-2024

Lintas Daerah Penulis  Kamis, 11 April 2019 17:22 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Robert Warapea, SH kembali menjabat sebagai Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) periode 2019-2024 setelah memperoleh sembilan suara dalam pemilihan kepengurusan Lemasko melalui Musyawarah Adat (Musdat) ke -V yang diselenggarakan tanggal 9 dan 10 April di Gedung PMCC LPMAK, Jalan Baru.

Ketua Stering Komite Sidang Musdat Lemasko ke-V, Dionisius Mameyau mengaku bahwa pemilihan ketua Lemasko ini setelah melalui Musdat yang berlangsung selama dua hari, di mana di hari ke dua dimulai dengan Pleno lima terkait permasalahan diberbagai bidang yang dihadapi di Kampung-kampung yang selanjutnya menjadi agenda dalam kepemimpinan ketua terpilih. Dalam artian, sebagai ketua terpilih harus menyelesaikan semua program yang telah diajukan oleh perwakilan masyarakat dari setiap kampung.

"Berarti setelah terpilihnya ketua periode 2019-2024 maka akan disusun formatur dan dilanjutka dengan pembahasan program yang telah diusulkan oleh masyarakat. Mereka tidak boleh membahas hal diluar tang disampaikan masyarakat kampung karena masyarakat yang mengakukan permasalahan itu," ungkap Dionisius usai pelaksanaan Musdat ke -V Lemasko, Rabu (10/4).

Sedangkan menurut dia, untuk program strategis Lemasko akan disiapkan secara internal setelah pembahasan permasalahan dasar yang diusulkan masyarakat.

Setelah pemilihan ketua, beberapa hari ke depan akan menyusun formasi yang harus mengakomodir semua unsur. Dalam hal ini, semua masyarakat Kamoro dari Potowaiburu hingga Nakae.
"Semua unsur perlu dilibatkan sehingga tercipta keseimbangan dalam suatu lembaga adat. Tidak ada kecemburuan dan harus bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang pernah ada," tuturnya.

Sebab, masyarakat menilai bahwa permasalahan yang terjadi di Lemasko selama ini karena tidak ada keseimbangan sehingga paradigma baru Lemasko adalah harus ada keseimbangan.

Terlepas dari hal itu, yang menjadi terpenting dalam Musdat ini, masyarakat Kamoro menetapkan bahwa Asmat dan Kaimana khususnya untuk Distrik Teluk Etna adalah dianggap sebagai masyarakat kekerabatan saja sehingga dalam proses pemilihan ketua Lemasko khusus untuk masyarakat Etna mempunyai hak suara.

"Menetapkan Etna sebagai masyarakat kekerabatan itu ditentukan dan merupakan keputusan adat internal sendiri. Kami sebagai stering komite hanya mengiyakan saja karena itu maslah adat sehingga kami tidak ikut campur," katanya.

Ia menjelaskan khsusu pada Pleno lima, setiap usulan masyarakat kampung sebetulnya bukan hanya menjadi tanggungjawab Lemasko, tapi merupakan tanggungjawab Pemerintah. Mengingat, Lemasko lebih condong kepada persoalan adat.

Namun Lemasko tetap akan menjalankan fungsi koordinasi dengan pemerintah agar apa yang menjadi tugas pemerintah bisa dikoordinasikan dengan OPD terkait agar bisa diselesiakan. Kalau kita serahakan ke lembaga adat maka itu tidak akan selesai.

Selanjutnya, Ketua Terpilih Lemasko periode 2019-24, Robert Warapea menjelaskan bahwa dalam pembentukan formasi kepengurusan akan dilihat secara benar figur-figur yang bisa memberikan kontribusi dan bekerja baik untuk memajukan Lemasko. Selanjutnya, akan memulai dengan orientasi kerja agar memperkenalkan pekerjaan dan menyusun standar operasional prosedur (SOP), masuk pada persiapan program kerja sesuai dengan apa yang telah disampaikan atau diusulkan masyarakat kampung.

"Kami diberikan waktu dua hari setelah Musdat ini untuk menentukan formasi struktural Lemasko. Intinya kami bersama-sama menunjukan figur-figur yang memang bisa bekerja sama untuk mengembangkan lembaga kami. Nanti akan tetap kami umumkan oposisinya supaya semua masyarakat Kamoro tahu," jelasnya.
Ia juga mengucapkan teromakasih kepada seluruh masyarakat Kamoro yang masih memberikan kepercayaan kepadanya dalam menjalankan tugas kelembagaan dalam melindung, membimbing dan meningkatkan adat dan budaya Kamoro.

Menurut dia, pemilihan dilakukan secara dinamika. Di mana, sebagai pimpinan sidang memerima apa yang diusulkan masyarakat atau anggotanya.

Meskipun terjadi perbedaan presepsi dan saling bertentangan dalam menentukan calon pengurus, tetapi hal tersebut dijadikan cambuk untuk lebih merekatkan kekeluargaan dalam lembaga adat Lemasko.

"Saya hanya bisa ucapkan terimakasih kepada smuanya. Saya berharap seluruh masyarakat bisa jalin kerja sama yang baik sehingga Lemesko akan lebih baik lagi," tuturnya. (Ricky).

Dibaca 85 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.