Usai Dilantik, Kepala kampung Sawenduy JS Langsung Dieksekusi Kejaksaan | Pasific Pos.com

| 17 June, 2019 |

Kepala kampung Sawenduy JS (tengah) saat Berada di Kantor Kejaksanaan Negeri Serui Bersama kepala kejaksaan Negeri Serui Kumaedi,SH, didampingi Kasi Pidum Baniara M Sinaga SH,MH. Kepala kampung Sawenduy JS (tengah) saat Berada di Kantor Kejaksanaan Negeri Serui Bersama kepala kejaksaan Negeri Serui Kumaedi,SH, didampingi Kasi Pidum Baniara M Sinaga SH,MH.

Usai Dilantik, Kepala kampung Sawenduy JS Langsung Dieksekusi Kejaksaan

Kriminal Penulis  Rabu, 10 April 2019 23:32 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

Yapen- Baru dilantik oleh Bupati Kepulauan Yapen Tonny Tesar, S.Sos di Gedung Silaspapare selasa (9/4), Kepala kampung Sawenduy Distrik Raembawi berinisial JS langsung dieksikusi pihak kejaksaan negeri serui, terkait kasus tindak pidana sengaja menyuruh orang tidak berhak memilih memberikan suara satu kali atau lebih pada satu TPS.

Hal itu dikatakan Kasi Pidum Kejari Kepulauan Yapen Baniara M Sinaga SH,MH saat ditemui diruang kerjanya, rabu (10/4) kemarin, dikatakan, eksikusi ini dilakukan berdasarkan putusan pengadilan negeri serui tanggal 20 september 2017 Nomor: 92/Pid.Sus/2017/PN.Sru. JS dijatuhkan pidana selama 36 bulan dan denda sebesar 36 Juta Rupiah denggan Subsider satu bulan.

Menurut Baniara , JS melakukan tindakan ini saat Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati Kepulauan Yapen tahun 2017 lalu dan saat itu JS menjabat sebagai kepala kampung Sawenduy.

Ia menjelaskan bahwa sudah dilakukan pemanggilan sebanyak 3 kali, namun JS tidak koperatif dengan pemanggilan tersebut, sehingga mendapatkan informasi ada pelantikan kepala kampung di gedung Silaspapare, dimana JS terpilih kembali menjadi kepala kampung sawenduy, sehingga usai pelantikan langsung dilakukan eksikusi dengan surat perintah dari kepala kejaksaan negeri serui.

“Kami mendapatkan informasi bahwa JS akan dilantik kembali menjadi kepala kampung sawenduy di Gedung sillaspapare sehingga dengan momen ini tepat untuk dilakukan eksekusi, kalaupun tidak ada pelantikan kami (pihak kejaksaan) akan tetap turun kepalapangan untuk melakukan penangkapan terhadap JS”

Saat digiring pihak kejaksaan JS tidak melakukan perlawanan baik begitupun dari pihak keluarga, ada pihak keluarga yang datang ke kantor, namun kita telah memberikan pengertian dan itu diterima oleh pihak keluarga, jelas Baniara.

Menurutnya, JS menerima eksekusi ini, dan sebagai abdi negara siap melaksanakan proses hukum ini. “saya terima katanya, saya sebagai abdi negara, bapa siap melaksanakan ini” kata JS kepada pihak kejaksaan.

Ia menambahkan bahwa masih ada satu lagi terdakwa yang akan dieksekusi adalah JY dari kampung Paparo distrik Raembawi, dan selanjutnya akan turun kelapangan untuk dilakukan eksekusi. (af)

Dibaca 133 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.