Lemasko Gelar Musdat ke-V Periode 2019-2024 | Pasific Pos.com

| 15 November, 2019 |

Lemasko Gelar Musdat ke-V Periode 2019-2024

Lintas Daerah Penulis  Selasa, 09 April 2019 22:53 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) menggelar Musyawarah Adat (Musdat) ke – V periode 2019-2024. Musdat ini dihadiri oleh 35 dewan adat Kampung, 14 dewan adat wilayah dan 28 Dewan Pimpinan Adat. Yang berlangsung di gedung MPCC LPMAK, Selasa (9/4).

Ketua Panitia Musdat, Philipus Monaweyau mengatakan kegiatan yang ini melibatkan seluruh masyarakat adat suku Kamoro dari wilayah Kampung Nakai perbatasan Kabupaten Asmat hingga kampung Warifi bagian timur Kabupaten Kaimana dengan tujuan memptemukan sesama masyarakat adat dan melihat berbagai masalah yang berkaitan dengan adat dan budaya suku Kamoro yang meliputi bidang nilai-nilai budaya, hak ulayat, seni dan music, seni ukir dan anyaman dan keterampilan lainnya. Hokum politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup dan keamanan.

“Itu makanya Musdat ini dilaksanakan secara demokratis dan menjunjung nilai-nilai keberadaban, kebenaran. Hak asasi manusia (HAM) dan otoritas masyarakat adat suku Kamoro agar tidak punah oleh perkembangan dunia yang semakin modern termasuk budaya luar yang masuk,” katanya saat menyampaikan laporan panitia di Gedung PMCC LPMAK, Jalan Baru, Selasa (9/4).

Sebab. Musdat mempunyai legalitas akta notaris perubahan pokok lembaga tahun 2015 serta berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (ADRT) Lemasko.

Dengan demikian, dalam Musdat ke-V ini, sebagai pimpinan Lemasko memutuskan dan mengeluarkan surat keputusan (SK) nomor 1/B/Dasar Lemasko/A1/1 2019 tentang panitia pelaksanaan Musdat periode 2019-2024 tetanggal 22 Januari 2019 untuk menyelenggarakan Musdat.

Philipus menjelaskan, sebelum penyelenggaraan Musdat ke-V, telah dilakukan menetapkan waktu melalui rapat sering komite pra Musdat tanggal 6 Maret hingga 6 April lalu. Panitia juga telah melaksanakan Musdat di tingkat kampung dan Distrik se wilayah adat Bombarai dan Halim Nakmi dari Kampung Nakae hingga Waripi Distrik teluk Etna Kaimana.

“Tanggal 7 sampai 8 April , dewan adat kampung, dewan adat wilayah dan Dewan Pimpinan Adat terpilih telah hadir di Mimika dan melaksnakan Musdat ini,” jelasnya.

Musdat yang diselenggarakan selama dua hari ini mengusung Sub tema ‘Dengan Semangat Musdat ke-V Kami Tingkatkan Solidaritas Antar Sesama Wee Mimika Untuk Meningkatkan Adat dan Budaya, Serta Melindungi Hak-hak Besar Masyarakat Adat Suku Kamoro’.

Dihadiri oleh, Asisten 1 Setda Mimika Damianus Katiob, DPRD Mimika Elminus Mom, Kelua Lemasko Robert Waropes, Jajaran Forkompinda, Pastor Paroki Katedral Tiga Raja, Amandus Rahadat, Arnold Kayame selaku VP Community yakni Perwakilan Manajemen PT Freeport Indonesia.

Arnold Kayame selaku VP Community yakni Perwakilan Manajemen PT Freeport Indonesia dalam sambutannya mengatakan tugas dan tanggung jawab dari lembaga adat memang berat karena harus melihat tiga hal.

“Yang pertama adalah potensi bagaimana kita bisa sebagai lembaga adat melihat apa saja yang harus dilindungi untuk anak cucu ornag kamoro kedepan karena Perlindungan menjadi penting, sehingga hal ini perlu dibahas secara baik didalam musdat ,” serunya.

Yang kedua adalah pelestarian, banyak tempat sudah digunakan otomatis juga berdampak kepada kemungkinan juga akan berkurang maka lembaga adat mempunyai tugas penting untuk melestarikan bukan saja lingkungannya melainkan masyarakat Kamoro sendiri dan juga budayanya.

“Yang ketiga adalah pemberdayaan, pemberdayaan masyarakat kita yang ada di kampung, disinilah  penting lemasko juga harus berbicara siapa stakeholder  , siapa yang bisa bersama membantu  orang di kampung untuk melestarikan lingkungan,” ujarnya.

Dalam hal ini kata Arnold Ada PTFI, ada pemerintah , inimenjadi penting dan dalam musdat bisa dibicarakan bagaimana aspek pemberdayaan kampung sehingga spa ayang menjadi program kita menyentuh kepada masyarakat.

“Satu kunvci adalah ciptakan komunikasi kepada semua stakeholder dan masyarakat,” serunya.
Untuk itu ia berharap lima tahun kedepan untuk kader yang baru bisa membawa harapan yangbaru supaya orang kamoro bisa menjadi tuan diatas tanahnya sendiri.

Asisten 1 Setda Mimika Damianus Katiob saat membacakan sambutan Bupati Mimika mengatakan Kabupaten Mimika akan berubah sehingga ini menjadi tantangan untuk semua organisasi yang ada di Mimika.

“oleh karena itu diperlukan suatu proses evaluasi dari pelaksanaan bahkan perencanaan serta langkah-langkah dalam pembangunan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan  musyawarah yang dilaksankan merupakan momentum yang sangat tepat dalam menjalankan progress perencanaan yang akan dilaksankan oleh Lemasko.

“Untuk itu saya berharap bisa duduk bersama dan membicarakan bersama, ini tentunya akan membawa kabupaten Mimika menjadi lebihbaru dan atas nama pemda Mimika saya berharap juga bisa selalu memegang asas kenegaraan dan siapapun pengurus yang baru nanti bisa menjalankan amanat dan untuk pengurus yang lama bisa bersama menjado motor penggerak,” pungkasnya.

Sementara itu dalam pelaksanaan Musdat, telah dilaksanakan 5 pleno yang mana pleno pertama membahas tata tertib sidang Musdat dan kelengkapan sidang, serta dibacakan akhir masa jabatan pengurus Lemasko periode 2014-2019  dilanjutkan dengan pemaparan hasil pencapaian pengurus Lemasko periode 2014-2019, serta yang mana ada banyak hal yang telah dilakukan terkait penolakan pembangunan smelter di kawasan pelabuhan Paomako, pertemuan dengan Ignatius Jonan yang saat ini Menteri ESDM terkait divestasi saham 51% dan pemetaan wilayah adat yang dilakukan oleh Tim usaid lestari.

Besok akan dilanjutkan dengan pemilihan pemilihannya Lemasko yang baru dan selanjutnya pengesahan. (Ricky).

Dibaca 182 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.