Terkait Pengamanan Udara Di Perbatasan | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Danlanud J.A.Dimara, Kolonel Pnb Deni Hasolan Simanjuntak (foto:iis) Danlanud J.A.Dimara, Kolonel Pnb Deni Hasolan Simanjuntak (foto:iis)

Terkait Pengamanan Udara Di Perbatasan

Papua Selatan Penulis  Selasa, 09 April 2019 22:48 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Danlanud:”TNI AU Masih Mampu Menghandel”

 

MERAUKE,ARAFURA,-Danlanud J.A.Dimara, Kolonel Pnb Deni Hasolan Simanjuntak mengemukakan bahwa terkait dengan pengamanan udara di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua New Gunea, sejauh ini pihak TNI AU masih mampu menghandel dengan mengandalkan fasilitas yang ada. Dalam hal ini TNI AU memiliki radar dan termasuk yang paling lengkap untuk di wilayah sekitar dan pengamanan udara yang dilakukan termasuk yang terbaik. “Sejauh ini yang ditangkap radar masih normal oleh sebab itu kita tidak perlu mendatangkan penindak pesawat tempur karena dibandingkan dengan di tempat lain, wilayah Papua masih tergolong aman dari masuknya pesawat asing yang melintas secara ilegal,”terangnya kepada wartawan usai upacara HUT TNI AU  di Mako Lanud J.A. Dimara kemarin.

Sedangkan terkait dengan tindakan yang akan diambil terhadap personil yang terlibat politik, ia mengungkapkan bahwa pihaknya tetap akan menindak tegas anggota TNI AU jika terbukti terlibat dalam kegiatan politik sesuai dengan aturan yang berlaku. Tindakan yang pertama adalah teguran awal namun jika masih tidak dipatuhi oleh personil tersebut maka yang bersangkutan akan ditarik atau dilarang dari kegiatan tersebut.  Sementara itu saat ditanyakan tentang peringatan HUT TNI AU tahun ini yang begitu sederhana, ia mengatakan bahwa hal itu dilakukan karena pihaknya tidak ingin mengganggu jalannya pesta demokrasi yang besar di Bulan April ini. Jadi seluruh jajaran TNI AU ingin menunjukkan bahwa TNI AU mendukung sepenuhnya pelaksanaan Pemilu tanggal 17 April nanti. Diharapkan pesta demokrasi dapat berjalan dengan lancar dan aman

Dibaca 100 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX