Pesan Uskup Untuk Caleg Katolik | Pasific Pos.com

| 8 December, 2019 |

 Uskup Agung Merauke, Mgr.Nicholaus Ady Saputra, MSC (foto:iis) Uskup Agung Merauke, Mgr.Nicholaus Ady Saputra, MSC (foto:iis)

Pesan Uskup Untuk Caleg Katolik

Papua Selatan Penulis  Senin, 08 April 2019 02:18 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

‘Tetap Rendah Hati, Bawa Damai Bagi Banyak Orang’


MERAUKE.ARAFURA,-Uskup Agung Merauke, Mgr.Nicholaus Ady Saputra, MSC berpesan kepada seluruh caleg maupun kader yang beragama Katolik agar  rendah hati sebab para caleg tersebut tidak hanya sebagai sosok yang cinta bangsa dan tanah air tetapi dalam keimanan ini, mereka adalah utusan Tuhan untuk membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi banyak orang.

Maka bersahabatlah dengan banyak orang dan menjadi jembatan serta pemersatu dengan memperjuangkan  nasib orang-orang kecil. Di tanah Papua dan dimanapun, semangat membela kaum miskin perlu terus dipertahankan terlebih khusus bagi masyarakat yang masih tertinggal dan dalam hal infrastruktur juga masih membutuhkan banyak perhatian.

 “Sebagai kader Katolik perlu selalu mengingat bahwa mereka adalah terang Kristus sehingga harus berbuat yang baik. Jika punya uang banyak tidak silau dan tidak gampang korupsi. Apalagi jika sudah duduk di tempat yang terhormat dan menjadi lupa untuk turun kembali ke lapangan, tempat di mana mereka pernah wakili,”tegasnya kepada wartawan di kediamannya belum lama ini.  

Uskup juga berpesan agar kader Katolik dapat bersifat seperti  lilin dimana lilin selalu membawa terang meskipun hanya terdiri dari satu buah lilin. Baik terang dalam hal kejujuran maupun kesetiaan, apakah setia kepada keluarga, kepada komunitas maupun setia kepada gerejanya. Artinya,  dimanapun mereka diutus tetap tidak melupakan ibadah dan Hari Minggu tetap masuk gereja karena Hari Minggu adalah hari untuk mengucap syukur.

Jadi jangan sampai Hari Minggu juga dianggap sebagai hari kerja karena secara nasional pemerintah sudah menetapkan Hari Minggu sebagai hari libur dan hari untuk  beribadah. Lebih lanjut uskup meminta agar masyarakat Merauke dapat menggunakan hak pilihnya pada pemilu mendatang karena memiliki arti penting untuk turut serta menentukan nasib  bangsa.

Semua ini berlaku untuk semua agama, baik yang Katolik maupun non Katolik karena ketika mencoblos itu berarti memberikan kepercayaan. Tentunya hanya diberikan kepada orang-orang yang dapat dipercaya dan orang yang baik, tulus serta mau bekerja keras.  “Sebab kerja keras dan ketulusan itu adalah buah-buah iman sehingga memilih orang yang bisa bekerja dengan baik adalah ungkapan iman juga,”pungkas uskup.

Dibaca 150 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.