Kejagung Cekal Labora Sitorus | Pasific Pos.com

| 17 August, 2019 |

Kejagung Cekal Labora Sitorus

Headline Penulis  Rabu, 04 Februari 2015 02:16 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kajati Papua, Herman da Silva

Kejaksaan Agung Republik Indonesia mengeluarkan perintah pencekalan terhadap Labora Sitorus, terpidana kasus ilegal logging, kepemilikan bahan bakar illegal dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang,  sejak Oktober 2014 lalu.
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Herman da Silva menegaskan, surat pencekalan terhadap Labora Sitorus yang dikeluarkan Jamintel Kejaksaan Agung RI, meliputi larangan perjalanan baik dalam maupun luar Negeri.
 “Jadi kami sudah minta pencekalan. Kami minta terpidana untuk dicekal tidak boleh melakukan perjalanan ke luar maupun dalam Negeri,“ kata Herman didampingi pejabat Aspidum Kejati Papua, Selasa (3/2).
Selain surat pencekalan, kata Herman, pihaknya telah membentuk tim khusus yang ditugaskan memback – up Kajari Sorong untuk mengeksekusi Labora Sitorus. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polda Papua Barat, Kodam XVII/ Cenderawasih dan Lantamal X  Jayapura terkait dengan eksekusi Labora.
 “ Jadi dari laporan-laporan yang kami terima di lapangan, dulu memang sempat ada anggota TNI AL yang melakukan pengawalan kepada Labora, maka itu saya koordinasikan. Tapi tadi Danlantamal sudah menghubungi saya, dan mengklarifikasi kalau sebenarnya tidak ada,” tegas Herman kepada wartawan.
Kajati berkeinginan agar dapat sesegera mungkin melaksanakan proses eksekusi terhadap Labora Sitorus. Sementara mengenai apakah akan ditahan di Lapas luar Papua, Kajati menyampaikan hal itu sudah bukan menjadi kewenangannya. “Saya pinginya cepet dieksekusi, kalau malah menjalani hukuman di Lapas luar Papua, itu sudah bukan menjadi kewenangan saya. Ada pihak Lapas yang mengatursnya,” ujar Herman.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Labora Sitorus, anggota Polres Raja Ampat Papua Barat berpangkat Ajun Inspektur Satu divonis 15 tahun penjara dengan denda Rp. 5 milyar oleh Mahkamah Agung.
Labora Sitorus terbukti melanggar Pasal 3 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang TPPU, dia juga terbukti melanggar pasal 53 (b) JO pasal 23 ayat 2 (b) UU No 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaan penjara 3 tahun, serta UU 19/2004 tentang Kehutanan pasal 50 ayat 3 huruf (f) dan huruf (a). (Syaiful)

Dibaca 483 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX