Dua Penyeludup Ribuan Ekor Kura-Kura Mocong Babi Dijerat 5 Tahun Penjara | Pasific Pos.com

| 25 June, 2019 |

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal

Dua Penyeludup Ribuan Ekor Kura-Kura Mocong Babi Dijerat 5 Tahun Penjara

Kriminal Penulis  Minggu, 07 April 2019 20:57 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA – ALH (49) dan AT (34) Dua pelaku penyeludupan ribuan ekor kura-kura mocong babi di Kabupaten Mimika beberapa waktu lalu , akhirnya ditetapksan tersangka oleh penyidik Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Papua.

Penetapan tersangka lantaran keduanya telah tebukti kuat melanggar dan melakukan tindak pidana di bidang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya sebagaimana dimaksud dalam UU RI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yaitu menampung dan memiliki Satwa dilindungi jenis Kura-Kura Moncong Babi (carettochelys insculpta).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM.Kamal menerangkan saat ini penyidik Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Papua masih menunggu surat penetapan barang bukti dari Pengadilan Negeri Timika untuk selanjutnya barang bukti Kura-Kura Moncong Babi akan dilepas ke Habitat aslinya di Kabupaten Asmat oleh penyidik dan BKSDA Provinsi Papua.

“Total kura-kura yang hendak diseludupkan keluar Papua dari Timika itu berjumlah 5.050, namun tersisa hanya 4.800 lantaran  250 ekor lainnya telah mati dan rencananya akan dilepas ke habitatnya di Asmat,” terang Kamal, Jumat (5/4) siang.

Ia menjelaskan hingga saat ini sudah penyidik telah melakukan pemeriksaan terhdapa tiga orang saksi, bahkan saksi ahli dari BKSDA Provinsi Papua pun telah dimintai keterangan untuk melengkapi berkas perkara kasus penyeludupan ribuan hewan endemic Papua tersebut.

“Sudah ada satu saksi ahli yang dimintai keterangan termaksud tiga orang saksi. Selain itu juga para pelaku pun sudah dimintai keterangan,”tegas Kamal.

Mantan Wakapolres Depok ini pun menambahkan atas perbuatanya kedua tersangka dijerat pasal Pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000.

Dibaca 79 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.