Motif Mutilasi Siswi SMP Di Serui Lantaran Pelaku Tidak Terima Dilecehan | Pasific Pos.com

| 22 November, 2019 |

Kapolres Kepulauan Yapen, AKBP Penri Erison Kapolres Kepulauan Yapen, AKBP Penri Erison

Motif Mutilasi Siswi SMP Di Serui Lantaran Pelaku Tidak Terima Dilecehan

Kriminal Penulis  Minggu, 07 April 2019 20:47 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA – Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Penri Erson menuturkan motif dari kasus mutilasi yang dilakukan oleh YGM (21) terhadap terhadap remaja berusia 15 tahun yang diketahui bernama Paulina Yowe, lantaran pelaku sakit hati dilecehakn oleh perkataan korban.

“Motif sementara menurut keterangan pelaku, dirinya tidak terima dilecehkan oleh perkataan korban, sehingga dirinya (pelaku red) tersulut emosi dan melakukan aksi penganiayaan yang berbuntut pada mutilasi,” ungkapnya ketika dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (7/4) siang.

Penri pun menerangkan  pihaknya sejauh ini masih mendalami keterangan pelaku, mengingat dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan (pelaku Red) selalu memberikan keterangan berbeda.

“Kami masih akan dalami keterangannya karena yang bersakutan selalu memberikan keterangan yang ngelantur dan selalu berbeda. Namun motif yang disampaikan dirinya tidak terima dilecehkan korban,” jelasnya.

Kata Penri, dari hasil penyelidikan dan penyidikan diketahui pelaku serta korban hanya teman biasa dan tidak menjalin asmara.

“Pelaku dan korban ini hanya teman tidak ada hubungan asmara. Kami sudah meintai keterangan dari teman dan kerabat keduanya,” ungkapnya.

Lanjut Penri, hingga saat ini sudah empat orang saksi yang diperiksa bahkan pihaknya pun telah melakukan tiga kali olah tempat kejadian perkara.

“Kami sudah periksa empat orang saksi, dan lakukan tiga kali olah tempat kejadian perkarta di lokasi kejadian dan rumah pelaku. Selain itu kami sudah lakukan pemeriksaan secara inrensif terhadap pelaku itu sendiri,” jelasnya.
 
Penri pun menambahkan, dari hasil pemeriksaan diketahui pelaku merupakan pemakai narkoba.

“kami sudah lakukan tes urin dua kali terhadap pelaku dan yang pelaku positif pakai ganja. Namun dugaan kuat pelaku ketika melakukan aksinya dalam pengaruh mabuk ganja,” terang Penri.

Dibaca 335 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.