Empat Petinggi GIDI Batal Diperiksa | Pasific Pos.com

| 18 September, 2019 |

Empat Petinggi GIDI Batal Diperiksa

Headline Penulis  Selasa, 28 Juli 2015 05:04 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Empat petinggi Gereja Injili di Indonesia (GIDI) batal menjalani pemeriksaan terkait penyelenggaraan Seminar dan KKR International GIDI di Kabupaten Tolikara yang dilaksanakan sejak 13 - 19 Juli 2015 lalu.
Direktur Reskrim Umum Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Dwi Riyanto didampingi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Patrige menyebutkan pembatalan pemeriksaan, dikarenakan Presiden Gidi Pendeta Dorman Wandikbo masih melakukan mediasi dan penggembalaan terhadap jemaat dalam rangka proses penyelesaian perselisihan di Karubaga.
“Itu dalam surat yang kami terima dari salah satu pengacaranya Olga Hamadi. Surat itu ditanda tangani oleh Presiden GIDI, Pendeta Dorman Wandikbo, ” kata Patrige, Senin (27/7).
Pemeriksaan terhadap petinggi GIDI, kata Patrige, menyangkut pelaksanaan seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Pemuda GIDI yang sebelumnya dijadwalkan tanggal 22-27 Juli, namun dimajukan pada 13-19 Juli.
“Ini yang akan kami tanyakan kepada yang bersangkutan, termasuk Ketua wilayah GIDI Kabupaten Tolikara berinisial Pendeta NW, Sekretarisnya Pendeta NM dan Ketua 1 berinisial EV,” kata Patrige saat ditemui wartawan.
Patrige menambahkan, saat ini pihaknya telah berupaya melayangkan surat pemanggilan kedua kepada empat orang Panitia Seminar dan KKR GIDI. “Sesuai aturan kami layangkan surat pemanggilan berikut untuk dimintai keterangannya di Mapolda Papua pada Kamis (30/7) mendatang,” kata Patrige.
Sebelumnya, Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Wilayah Tolikara menyebarkan surat edaran yang menyebutkan bila pada 13-19 Juli 2015 Pemuda GIDI menggelar Seminar dan KKR tingkat internasional. Sehubungan dengan kegiatan tersebut, Badan Pekerja GIDI tidak mengizinkan adanya pembukaan lebaran pada 17 Juli 2015 di wilayah Kabupaten Tolikara (Karubaga).
GIDI, hanya membolehkan umat Islam merayakan hari raya Idul Fitri di luar Kabupaten Tolikara (Wamena) atau Jayapura. Sementara kaum Muslimat mereka larang mengenakan jilbab. Selain melakukan pelarangan terhadap umat Islam, GIDI juga melarang agama lain mendirikan tempat ibadah, termasuk dari denominasi lain. (Syaiful)

Dibaca 559 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX