Pemkab Waropen Bantu Korban Bencana Banjir Bandang Sentani Rp 500 Juta | Pasific Pos.com

| 25 June, 2019 |

 Yulens Bonay. Yulens Bonay.

Pemkab Waropen Bantu Korban Bencana Banjir Bandang Sentani Rp 500 Juta

Lintas Daerah Penulis  Jumat, 05 April 2019 20:52 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Pemerintah Kabupaten Waropen menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 500 juta sebagai bentuk kepedulian atas musibah banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (16/04) lalu.

Penyerahan tersebut diserahkan langsung ke rekening bencana Kabupaten Jayapura. Penyerahan bantuan tersebut seharusnya dilakukan oleh Bupati Waropen Yerimias Bisay.

 “Sehubungan dengan kesibukan bapak Bupati sebagai pimpinan daerah, sehingga tidak langsung diserahkan langsung ke posko utama di Gunung Merah Sentani. Atas perintah Bupati bantuan itu kita transfer ke rekening bencana sebesar 500 juta,” kata Bupati Waropen diwakili Kepala Bagian Keuangan Kabupaten Waropen Yulens Bonay kepada awak media, Kamis (04/04/2019) malam.

Diharapkan dengan bantuan kemanusiaan yang diberikan tersebut dapat meringankan beban para korban dan secepatnya bisa pulih dari banjir bandang yang terjadi.

“Mereka bagian dari keluarga kami juga, melihat apa yang terjadi di sentani kami sangat prihatin. Meski kami tahu tidak cukup, besar harapan kami bisa dimaksimalkan oleh pemerintah setempat dan terpenting bisa meringankan beban korban, khusus keluarga waropen yang berada di Kabupaten Jayapura,” jelasnya.

Dikatakan, bahwa setelah kesibukan yang dijalani Bupati Waropen dipastikan satu atau dua hari kemungkinan besar akan melakukan kunjungan kemanusiaan terhadap masyarakat Waropen yang terkena dampak banjir bandang di Kabupaten Jayapura.

“Kalau beliau sudah tidak ada kesibukan, satu dua hari kemungkinan akan bertemu langsung dengan masyarakat Waropen yang ada di Sentani menjadi korban berbagai suka duka, bahkan memberikan bantuan langsung kepada warga kita,” ujarnya.

Disinggung data dari masyarakat Waropen yang terkena dampak dari banjir bandang. Pihaknya sejauh ini belum mendata secara pasti, namun tetap menjadi perhatian dan terus melakukan komunikasi serta koordinasi dengan pihak terkait.

“Memang yang kami pantau yang disampaikan oleh media, ada marga-marga yang berasal dari Waropen. Itu yang menjadi bagian kami untuk tindaklanjuti masyarakat yang terkena banjir bandang,” tandasnya.

Dibaca 111 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.