Sejumlah Warga Kampung Aska Terancam tidak Bisa Mencoblos | Pasific Pos.com

| 13 November, 2019 |

Sejumlah Warga Kampung Aska Terancam tidak Bisa Mencoblos

Papua Barat Penulis  Kamis, 04 April 2019 13:48 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Sejumlah masyarakat di Kampung Aska, Distrik Masni, terancam tidak dapat menggunakan hak pilihnya pada pemilu 17 April nanti. Hal itu karena mereka sampai sekarang tidak memiliki KTP elektronik (e-KTP).

"Sampai sekarang masih ada warga yang tidak mempunyai e-KTP, sehingga mereka tidak bisa ikut memilih di pemilu nanti," ujar Sekretaris Kampung Aska, Pilemon Meidodga kepada Sekda Kabupaten Manokwari, Aljabar Makatita dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manokwari, Johannes Jaftoran di Balai Kampung Aska, Selasa (2/4).

Untuk itu, dia meminta Pemkab Manokwari melalui Sekda Kabupaten Manokwari, membantu warganya agar dapat menyalurkan hak politiknya pada pemilu nanti.

"Mohon pemerintah ikut memberikan perhatian supaya warga bisa mencoblos pada 17 April nanti," pintanya.

Di samping itu, Meidodga juga meminta Pemkab Manokwari, memperhatikan Kampung Aska, yang kerap dilanda banjir.

Pemkab Manokwari, kata dia, perlu melakukan langkah antisipasi agar pada tahun-tahun mendatang tidak lagi terjadi banjir di Kampung Aska.

Menanggapi itu, Sekda Kabupaten Manokwari, Aljabar Makatita mengatakan, meski belum memiliki e-KTP warga bisa menggunakan hak pilihnya asalkan sudah terdaftar sebagai pemilih. Karena itu, warga diminta untuk mengecek hal itu di balai kampung atau penyelenggara pemilu.

Sekda meminta warga untuk menggunakan hak pilih pada pemilu 17 April dan tidak golput.

Terkait langkah antisipasi banjir di Kampung Aska, Makatita mengatakan, mencegah terjadinya banjir bukan tanggung jawab pemerintah semata. Warga juga perlu berpartisipasi dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, kebersihan lingkungan perlu dijaga agar ketika hujan tidak berdampak terjadinya banjir.

"Bersihkan selokan dan bikin parit di samping rumah supaya bila air datang mengalir ke tempatnya. Pak RT dan kepala kampung bikin jadwal supaya kerja gotong royong. Dan dilaksanakan rutin dan itu juga memupuk kekompakan dan persatuan," tukasnya. [BNB-R4]

Dibaca 133 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.