Romanus: ”Sumber Daya Perempuan Harus Dipacu” | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

Mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka saat menyampaikan materi (foto:iis) Mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka saat menyampaikan materi (foto:iis)

Romanus: ”Sumber Daya Perempuan Harus Dipacu”

Papua Selatan Penulis  Kamis, 04 April 2019 13:18 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Terkait dengan peran sumber daya perempuan dalam menjawab tantangan zaman maka sumber daya perempuan harus terus dipacu. Pada zaman dahulu perempuan Indonesia memiliki ruang gerak yang terbatas yakni hanya mengurus rumah tangga. Ketika Kartini hadir dengan mengusung emansipasi peran perempuan maka perempuan Indonesia dituntut untuk taat ibadah. Apalagi di zaman seperti sekarang ini sangat perlu sebba jika anak kita tidak dididik untuk melakukan ibadah yang baik maka akan menghadapi tantangan yang cukup berat.

Termasuk untuk perempuan yang bergabung dalam organisasi Fatayat wajib untuk beribadah dengan baik. Begitu pula untuk pendidikan, seorang perempuan harus mempunyai pendidikan yang baik, tidak lagi hanya sebatas tamatan SD. Hal tersebut dikemukakan mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka saat menyampaikan materi pada kegiatan full day training master of ceremony di Restoran Agung Sederhana belum lama ini.

Menurutnya, Fatayat berbicara ideologi agama dan merupakan sebuah organisasi yang mencoba memberdayakan perempuan. Oleh sebab itu perempuan harus aktif dan hidup dalam kebersamaan dan diajak untuk mandiri. Di dalam organisasi pasti belajar bagaimana berinterakrasi dan bergaul satu sama lain serta memberikan pemahaman tentang cara bekerja. “Terkadang ada orang yang menganggap remeh organisasi namun di dalam organisasi sebenarnya ada pekerjan-pekerjaan yang harus dilaksanakan sehingga organisasi sangat bermanfaat dalam membuat orang belajar tentang profesionalisme dan etika,”terangnya.

Ia menegaskan bahwa seorang perempuan harus mengenal dirinya, terlebih lagi seorang perempuan yang notabene merupakan ibu rumah tangga. Dulu perempuan hanya bertugas mengurus anak dan keluarga. Pergaulannyapun sangat terbatas. Namun zaman sekarang sudah berbeda begitu pula bagi perempuan Merauke. Contoh sederhana, sekarang perempuan tidak lagi menggunakan sepeda ketika mengantarkan anak ke sekolah namun sudah menggunakan motor. Ini perlu sebab jika seorang perempuan tidak bisa mengendarai motor tentunya akan sangat tergantung pada suami.

Dibaca 442 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.