Media Harus Jadi Corong Selamatkan Cycloop | Pasific Pos.com

| 17 November, 2019 |

Media Harus Jadi Corong Selamatkan Cycloop

Kabupaten Jayapura Penulis  Selasa, 02 April 2019 13:33 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Lestari USAID Papua mendorong media untuk menjadi corong yang tepat untuk menyelamatkan cagar alam cycloop, setelah bencana banjir bandang yang terjadi bulan Maret lalu.

Penegasan itu disampaikan  Paschalina Rahawarin , Koordinator Lestari Papua pada kegiatan pelatihan pengelolaan Hutan Cycloop bersama media cetak dan elektronik di Hotel Horex Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa, (2/4).

Ia mengatakan, kegiatan pelatihan dengan melibatkan media ini sudah lama direncanakan, harapannya media bisa menyampaikan informasi yang tepat kepada masyarakat untuk bagaimana menyelamatkan cagar alam cycloop.

Ia menyebutkan, bagaimana kita menyelematkan air yang ada di cycloop.
“Cycloop merupakan sumber ketersediaan air bersih bagi seluruh warga yang ada di Kota Jayapura maupun di sebagian besar wilayah Kabupaten Jayapura,” ujarnya.

Menurutnya, dengan kejadian bencana banjir bandang di Sentani, semua orang mulai bicara untuk peduli dengan cycloop. Namun yang menjadi perhatian kita adalah, untuk menyelamatkan cagar alam cycloop bukan tugas pemerintah dan dinas tertentu saja, tetapi menjadi tugas dari kita semua yang ada di Papua, khususnya Kota dan Kabupaten Jayapura.

"Untuk menyelamatkan cagar alam cycloop bukan tugas pemerintah semata, tapi tugas kita semua yang tinggal di  Sentani dan Kota Jayapura," ungkapnya.

Selain cagar alam cycloop, kata Paschalina, Lestari USAID Papua sudah melakukan pemantauan di kawasan taman nasional Lorenz. Dengan pembangunan jalan di wilayah pegunungan, pihaknya sangat konsen untuk mengawasi lingkungan yang ada di kawasan taman nasional Lorenz.

Dijelaskan, sebagai kawasan Cagar Alam (CA), Cyclops diresmikan pada tahun 1978 melalui SK No.56/Kpts/Um/I/1978 dan dikukuhkan pada tahun 1987 lewat SK No.365/Kpts-II/1987) yang mencakup wilayah seluas 22.500 hektar. Di tahun 2012, CA bertambah luasannya menjadi 31.479,89 lewat SK Menhut nomor 782/MenHut-II/2012.

Sebelumnya, Asisten II Sekda Papua, Noak  Kapisa menyatakan, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan cycloop menjadi tanggungjawab masyarakat sepenuhnya, dan secara administrasi merupakan kerjasama dinas antar kota dan kabupaten Jayapura, dan tentunya keterlibatan masyarakat adat.

"Keterlibatan masyarakat adat muklat kita libatkan dalam menjaga dan pengelolaan cagar alam cycloop," bebernya.

Dibaca 237 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.