Full Day Training Master Of Ceremony, Upaya Perubahan Diri | Pasific Pos.com

| 18 June, 2019 |

Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Merauke, Een Junaenah Saat Memberi Sambutan (foto:iis) Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Merauke, Een Junaenah Saat Memberi Sambutan (foto:iis)

Full Day Training Master Of Ceremony, Upaya Perubahan Diri

Papua Selatan Penulis  Selasa, 02 April 2019 12:42 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Dalam rangka menyongsong Hari lahir Fatayat NU ke-69 pada 24 April 2019 mendatang maka keluarga besar Fatayat NU Merauke menggelar kegiatan full day training master of ceremony yang berlangsung di Restoran Agung Sederhana, Sabtu (30/3). Adapun tema yang diusung adalah “Mengembangkan bakat menuju profesi”. Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Merauke, Een Junaenah mengemukakan bahwa  full day training master of ceremony adalah suatu upaya perubahan diri yang berorientasi pada peningkatan kapasitas skill Fatayat NU yang notabene adalah perempuan Merauke dengan harapan melahirkan MC-MC handal dan kompetitif.

MC tidak hanya sekedar sebuah bakat untuk mengisi waktu luang tetapi melalui pelatihan ini kita hijrah dari sekedar bakat biasa menjadi sebuah profesi.  Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen dan konsistensi gerakan Fatayat NU Merauke, konsen terhadap pengembangan diri perempuan di tanah Anim Ha dan tidak hanya berkisar pada pembinaan akhlatul karimah semata namun ke depan Fatayat NU akan terus mengembangkan kegiatan pengembangan diri perempuan Merauke melalui pelatihan-pelatihan dengan audience yang lebih luas lagi.

Kegiatan ini merupakan kegiatan awal dari seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu peringatan Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW pada tanggal 3 April di Lapas, anjangsana kepada sesepuh NU dan khitanan masal pada 15 April mendatang dengan jumlah 35 anak. Lebih lanjut diungkapkan, perubahan zaman dengan semua kemajuannya, kompleksitas dan problematikanya menuntut kita agar berada pada irama yang sama jika tidak mau digilas oleh perubahan itu sendiri. Dalam atmosfir perubahan itu perempuan Merauke bukanlah penonton atau penikmat perubahan namun memposisikan diri sebagai pilar perubahan terutama dalam pembangunan di Kabupaten Merauke dengan cara pengembangan diri.

Dibaca 72 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.