Pencaker dari Luar Bintuni Turut Menambah Jumlah Pengangguran | Pasific Pos.com

| 7 December, 2019 |

Pencaker dari Luar Bintuni Turut Menambah Jumlah Pengangguran

Papua Barat Penulis  Senin, 01 April 2019 12:38 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Bintuni, TP - Angka pengangguran ternyata memiliki korelasi positif terhadap angka kemiskinan. Sehingga, bisa dikatakan bahwa angka pengangguran yang tinggi memiliki kecenderungan mengintervensi tingginya angka kemiskinan.

Asumsi ini jika dikaitkan dengan kondisi kabupaten Teluk Bintuni selama ini, bila tentang angka kemiskinan. Misalnya, berdasarkan data pada tahun 2014, jumlah pengangguran tercatat mencapai 27.745 orang dengan angka kemiskinan sebesar 34,17 persen.

Menurut Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw, MT, jumlah pengangguran di Teluk Bintuni sebenarnya bukan murni disumbang dari penduduk Teluk Bintuni. Karena, setiap tahunnya cukup banyak penduduk dari luar Teluk Bintuni yang datang mencari peruntungan pada sejumlah perusahaan yang beroperasi di kabupaten Teluk Bintuni.

“Ketika mereka daftar otomatis akan menambah jumlah pencari kerja. Karena, mereka akan disebut sebagai pencaker dari Teluk Bintuni. Dengan demikian, bisa saya katakan bahwa angka pengangguran di Teluk Bintuni sifatnya fluktuatif,” terang Bupati Kasihiw kepada Tabura Pos ketika dijumpai di Bintuni, belum lama ini.

Disisi lain, Bupati mengaku jika proses pendataan turut memberikan dampak. Misalnya, seseorang pencaker ketika mengurus kartu kuning, dia sudah tercatat sebagai pengangguran atau pencaker. Akan tetapi, terkadang data tidak berubah ketika ada perekrutan oleh perusahaan.

“Harusnya, perusahaan ini menyampaikan kepada kami bahwa orang ini sudah diterima, kan begitu. Tapi, sejauh ini hal itu belum berjalan dengan baik. Jadi sudah pasti kita tidak tahu,” tutur Bupati.

Lebih lanjut dikatakan Bupati, bila OPD terkait pun dinilai belum optimal. Bahkan OPD terkait, kurang pro aktif dalam menjemput bola.

“Seharusnya, OPD teknis juga harus pro aktif ke perusahaan-perusahaan untuk mengambil data. Harus pertegas di perusahaan-perusahaan terkait jumlah tenaga kerja yang sudah direkrut dari Teluk Bintuni. Oleh sebab itu, bisa saya katakan kalau angka pengangguran kita bisa terjadi karena terjadinya mis komunikasi antara OPD teknis dan perusahaan,” tandas Bupati. [VLI-R4]

Dibaca 181 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.