Pangdam: ”Peresmian Batalyon Infanteri Yonif 757, Momen Bersejarah” | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Danrem 174/ATW, Brigjen TNI R.Agus Abdurrauf, S.IP.M.Tr Danrem 174/ATW, Brigjen TNI R.Agus Abdurrauf, S.IP.M.Tr

Pangdam: ”Peresmian Batalyon Infanteri Yonif 757, Momen Bersejarah”

Papua Selatan Penulis  Minggu, 31 Maret 2019 22:23 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Peresmian Batalyon Infanteri Yonif 757 Ghubta Vira yang berlokasi di Boven Digoel merupakan momen bersejarah dalam pembangunan kekuatan TNI AD khususnya Kodam XVII/Cenderawasih demi optimalisasi pelaksanaan tugas pertahanan negara dalam menghadapi timbulnya kemungkinan  ancaman dan kontijensi yang potensial dan factual dari segi aspek pertahanan di wilayah Papua. Hal itu dikemukakan Pangdam Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen Yosua Pandit Sembiring dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Danrem 174/ATW, Brigjen TNI R.Agus Abdurrauf, S.IP.M.Tr (Han) pada peresmian Batalyon Infanteri Yonif 757 Ghubta Vira di Makorem 174/ATW Jumat lalu.

Peresmian batalyon ini pada dasarnya merupakan hal yang harus dilakukan karena merupakan wilayah darat yang berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini di mana memiliki potensi ancaman kejahatan lintas negara yang bila dipolitisasi dapat menjadi ancaman berskala Nasional yang membahayakan kedaulatan negara, Oleh karena itu pembentukan Yonif 757/Guvta Vira merupakan implementasi dari perencanaan strategis TNI Angkatan Darat dalam pembangunan kemampuan sekaligus Upaya pengembangan kemampuan kekuatan dan gelar kekuatan Kodam XVII/Cenderawasih. Lebih lanjut dikemukakan, dengan diresmikannya batalyon ini diharapkan mampu mengambil langkah-langkah antisipasif dan preventif guna menghadapi berbagai potensi ancaman separatisme dari pihak-pihak yang berseberangan dengan NKRI. Tingkatkan moril dan moral serta semangat juang sebagai prajurit, baik dalam hubungan perorangan maupun satuan sehingga mampu menempatkan tugas di atas segala-galanya.

Sebab tugas adalah kehormatan, kebanggaan dan harga diri.  Selain itu cegah dan hindari segala bentuk pelanggaran sekecil apapun, baik terhadap norma etika, disiplin maupun terhadap asas-asas keprajuritan, baik sapta marga maupun sumpah prajurit. Dengan demikian prajurit senantiasa dalam kondisi dan disiplin tempur yang tinggi. Bentuk dan tanamkan jiwa korsa, identitas kolektif dan kebanggaan dalam diri sebagai prajurit yang menjunjung tinggi  loyalitas kepada satuan dan institusi di atas segala-galanya. Mengakhiri amanatnya Pangdam mengajak kepada unsur Muspida dan segenap komponen bangsa yang ada di wilayah untuk bersama-sama merasa memiliki Yonif 757/GV ini sebagai aset daerah dan bangsa jangan segan-segan memberikan masukan kepada pimpinan dan unsur pimpinan Batalyon demi tetap tegaknya nama baik dan keberhasilan tugas pokok pertahanan negara.

Dibaca 328 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.