8 Penumpang KM Sinar SGP Berhasil Ditemukan Dalam Kondisi Selamat | Pasific Pos.com

| 21 August, 2019 |

Korban saat diturunkan dari kapal di pelabuhan Polairud Paomako. Korban saat diturunkan dari kapal di pelabuhan Polairud Paomako.

8 Penumpang KM Sinar SGP Berhasil Ditemukan Dalam Kondisi Selamat

Lintas Daerah Penulis  Kamis, 28 Maret 2019 18:38 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Kantor Pencarian dan Pertolongan Nasional Timika yang melakukan pencarian terhadap 8 orang awak Kapal Motor (KM) Sinar SGP yang mengalami kebocoran pada depan kapal pada saat mencari ikan di perairan Keakwa, Rabu (27/3) berhasil ditemukan tim Rescue 2 Mile lepas pantai Keakwa pada pukul 10.00 Wit

Kedelapan awak KM tersebut bernama, Melki Massu, Amaludin, Abi, Galir, Natanael, Beni, Melnan, Nelson yang berlayar dari pelabuhan Paomako untuk mencari ikan di perairan Keakwa.

Kasubsie Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Nasional Timika Syahril mengatakan, proses pencarian dilakukan setelah adanya informasi adanya kapal tenggelam oleh kapten kapal kepada Pos Polairud Polres Mimika yang berlokasi di pelabuhan PPI Paomako menggunakan handphone dan informasi tersebut diteruskan ke SAR Timika untuk dilakukan pencarian.

"Jadi informasinya dari Polairud bahwa ada kapal ikan tenggelam, informasi itu diteruskan kepada kami (tim SAR)," kata Syahril saat ditemui di kantor Pencarian dan Pertolongan Nasional Timika, Kamis (28/3).

Tenggelamnya kapal Sinar SGP pada tanggal 27 Maret yang mana pada saat ombak dengan ketinggian 2-3 meter menghantam bagian depan kapal sehingga mengakibatkan body kapal bocor, namun pada saat itu para awak berusaha menimba air keluar dari kapal, bahkan mereka belum menyadari kalau kebocoran tersebut bisa membahayakan nyawa mereka.

"Jadi kapal itu bocor karena dihantam ombak dari bagian depan, pada saat itu air sudah masuk tapi mereka tidak menghiraukan karena bisa menimba dengan gayung," jelasnya.

Sore hari barulah mereka menyadari kalau kapal tersebut akan tenggelam karena air yang masuk sudah memenuhi badan kapal. Melihat kejadian tersebut, seluruh awak memutuskan untuk keluar dari kapal dan mengapung ditengah laut menggunakan sterofoam (gabus) yang dibagi menjadi dua bagian sambil menaruh handphone diatas sterofoam sambil berkomunikasi dengan pihak Polairud.

"Jadi mereka sudah keluar dari kapal pada saat kapal sudah mau tenggelam, mereka terapung menggunakan sterofoam yang dibagi dua," ungkapnya.

Pihak Kepolisian berhasil mendapatkan titik koordinat korban melalui IME handphone yang mendeteksi posisi terakhir kapal di perairan kekwa dengan titik kordinat 04 46 873 - 136 27 28 atau 2 Mil dari bibir pantai Keakwa.

Berdasarkan titik koordinat tersebut, pihak SAR melakukan pencarian dengan menerjunkan sebanyak 26 personel yang terdiri dari 22 personel SAR, dan 4 personel Polairud dan TNI-AL dengan peralatan 1 kapal KN 217 dan 2 perahu karet, dan 1 perahu fiber yang mana 2 perahu karet menyusuri sungai dan satu kapal KN 217 mengikuti jalur laut, perahu fiber berhasil menemukan 8 awak kapal dalam kondisi selamat dan selanjutnya di bawa ke Polairud untuk selanjutnya dipulangkan.

"Jadi lebih dari 26 personel dengan peralatan 1 kapal KN 217 dan 3 perahu karet," jelasnya. (Ricky).

Dibaca 139 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.