Pembangunan Di Merauke Harus Ramah Lingkungan | Pasific Pos.com

| 25 June, 2019 |

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke, Ir.Harmini, M.Si Berfoto Bersama Usai Menutup FGD (foto:iis) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke, Ir.Harmini, M.Si Berfoto Bersama Usai Menutup FGD (foto:iis)

Pembangunan Di Merauke Harus Ramah Lingkungan

Papua Selatan Penulis  Kamis, 28 Maret 2019 11:27 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke, Ir.Harmini, M.Si menyampaikan bahwa pembangunan di Kabupaten Merauke harus berkelanjutan dan ramah lingkungan serta melibatkan masyarakat yang notabene sebagai pemilik hak ulayat. Dinas Lingkungan Hidup memiliki tupoksi sebagai pengawas pelaksanaan pembangunan agar pembangunan yang berjalan tetap dapat meminimalisir kerusakan lingkungan.

“Ketika ada aktifitas yang diindikasikan mengarah pada kerusakan lingkungan maka pihak dinas sejak jauh-jauh hari sudah memberikan rambu-rambu yang harus dipatuhi. Jadi pembangunan masa sekarang tidak mengorbankan pembangunan di masa yang akan datang,”ujarnya pada penutupan FGD pengelolaan rencana kawasan strategis kabupaten ekosistem esensial Wabubi di Hotel Megaria belum lama ini. Sementara itu Manager Selatan Papua WWF Indonesia, Bernadus Tethool mengharapkan agar hasil FGD pengelolaan rencana kawasan strategis kabupaten ekosistem esensial Wabubi benar-benar berdampak pada perencanaan di Kabupaten Merauke.

WWF akan terus bersama-sama dengan stake holder yang ada untuk melanjutkan proses selanjutnya sehingga tidak hanya berhenti pada pelaksanaan FGD saja karena WWF akan bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk menjalani proses dengan beberapa dokumen perencanaan yang memang belum selesai. Secara khusus untuk kawasan strategis kabupaten ekosistem esensial Wabubi maka hingga Bulan April akan dilanjutkan dengan analisis berdasarkan informasi yang ada sehingga jika dalam FGD masih ada informasi yang perlu disampaikan dapat segera diinformasikan kepada WWF.

“Jadi kita masih bisa tambahkan dan lengkapi lagi karena masih ada sisa 1 bulan untuk mencoba analisis dan mengkaji supaya lebih baik,”terangnya. Adapun alasan waktu yang cukup lama ini memang disengaja agar pihaknya dapat memperoleh informasi yang lebih banyak dari berbagai aspek yang lain. Pertemuan selanjutnya akan dilakukan awal Mei mendatang untuk membahas hasil yang diperoleh, baik dengan pemerintah maupun masyarakat.

Dibaca 100 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.