FGD Kawasan Strategis Ekosistem Esensial Penting Dilakukan | Pasific Pos.com

| 18 August, 2019 |

Peserta FGD Saat Melakukan Diskusi (foto:iis) Peserta FGD Saat Melakukan Diskusi (foto:iis)

FGD Kawasan Strategis Ekosistem Esensial Penting Dilakukan

Papua Selatan Penulis  Rabu, 27 Maret 2019 13:04 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke, Ir.Harmini, M.Si mengemukakan bahwa FGD terkait pengelolaan rencana kawasan strategis kabupaten ekosistem esensial Wasur, Bupul dan Bian (Wabubi) sangat penting dilakukan karena erat kaitannya dengan konservasi dan keberlanjutan pembangunan terutama yang berada di wilayah Wabubi. Menurutnya, kawasan ekosistem esensial adalah kawasan di luar hutan konservasi yang secara ekologis penting bagi konservasi keanekaragaman hayati yang mencakup ekosistem alami buatan yang berada di luar kawasan hutan.

Di koridor Wabubi tentunya ada aktifitas masyarakat yang berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat serta peningkatan ekonomi, social dan budaya. Namun tentunya diharapkan tidak merusak keanekaragaman hayati dan kenakeragaman fauna yang ada dimana merupakan daerah migran satwa-satwa yang berasal dari luar Merauke. Selain itu ada pula Taman Nasional Wasur dimana dalam koridor itu juga terdapat cagar alam sehingga wilayah tersebut harus dilindungi dan dikonservasi. “Namun bukan berarti tidak boleh diapa-apakan, artinya boleh melakukan pembangunan dan kegiatan di dalamnya namun ada batas-batas tertentu yang tidak boleh dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah,”ujarnya pada kegiatan FGD kawasan strategis kabupaten ekosistem esensial Wasur, Bupul dan Bian (Wabubi) di Hotel Megaria belum lama ini.

Lebih lanjut ia mengemukakan, di sekitar lokasi Wabubi juga ada perusahaan yang operasional di sector kelapa sawit. Oleh sebab itu pihaknya sangat mengharapkan agar dapat mematuhi aturan yang telah disepakati dalam AMDAL sehingga tidak menimbulkan rasa kecewa di kalangan masyarakat dan lingkungan tetap lestari. Saat pelaksanaan Musrembang dengan masyarakat di Muting beberapa waktu lalu memang sudah diingatkan terus oleh masyarakat dan Kadistrik agar limbah pabrik tidak dibuang ke badan sungai. Hal ini harus diperhatikan karena terkait dengan daerah Wabubi yang termasuk area konservasi. Oleh sebab itu aktifitas yang berlangsung harus benar-benar mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

Dibaca 133 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.