Jaringan Internet Lemot, Hambat Pelelangan Paket | Pasific Pos.com

| 20 October, 2019 |

Jaringan Internet Lemot, Hambat Pelelangan Paket

Papua Barat Penulis  Selasa, 26 Maret 2019 13:50 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Pelaksanaan program fisik di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat meleset dari target. Awalnya, paket pekerjaan di setiap OPD pada awal bulan April 2019 sudah dikerjakan. Namun, faktanya sampai saat ini belum dapat dilelangkan karena terkendala jaringan internet yang lemot.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat awalnya telah menargetkan program pekerjaan fisik di lingkungan pemprov Papua Barat sudah berjalan di awal April 2019. Hanya saja jaringan internet masih menjadi kendala dalam proses pelelangan paket proyek.

Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Drs. Nataniel D Mandacan mengatakan, untuk mendukung aktifitas Biro Perlengkapan dan ULP dalam proses pelelangan, pihaknya telah meminta Dinas Komunikasi Informasi, Persandian, dan Statistif menambah jaringan internet.

“Saya sudah cek di Kepala Biro Perlengkapan, tetapi Kominfo belum memasang jaringan internet. Nanti saya minta dari luar saja yang pasangkan, sebab jaringan internet yang dipasang Kominfo sering mengalami gangguan.
Kita upayakan jaringan internet segera dipasang agar paket pekerjaan bisa segera dikerjakan. Kita harap paket mulai dikerjakan bulan April, kalau tidak KPK akan datang tanggal 8 sosialisasi sekaligus mengevaluasi komitmen bersama termasuk masalah jaringan,” jelas Mandacan usai apel gabungan di halaman kantor Gubernur Papua Barat, Senin (25/3).

Dikatakan dia, sejauh ini sudah ada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menginput sejumlah paket proyek. Misalnya di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Papua Barat, sudah menginput 200 sekian paket pekerjaan masuk ke Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Tetapi, berkas-berkas fisiknya belum diserahkan kepada ULP, sehingga sementara ini ULP menunggu berkas-berkas fisiknya. Setelah penginputan dan penyerahan berkas, akan dilakukan penentuan perusahaan berdasarkan berkas fisik yang diserahkan.

“Apakah berkas fisik dan berkas yang diinput masuk ke sistem sama atau tidak. Jangan sampai fisiknya tidak sama seperti yang ditayangkan,” jelas Mandacan.[FSM-R3]

Dibaca 145 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.