Pelamar CPNS Manokwari sudah 2000-an Orang | Pasific Pos.com

| 19 June, 2019 |

Pelamar CPNS Manokwari sudah 2000-an Orang

Papua Barat Penulis  Selasa, 26 Maret 2019 13:46 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Hingga, Senin (25/3) jumlah pelamar CPNS Kabupaten Manokwari yang telah mendaftar secara online sudah lebih dari 2.000 orang. Namun, yang baru memasukkan berkas ke Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Manokwari sebanyak 1.900-an pelamar.

Kepala BKPP Kabupaten Manokwari, Anton Renyaan mengatakan, terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang bukan diawali angka 92 tapi bisa mendaftar untuk mengikuti penerimaan calon ASN, dia mengatakan, dalam rapat panitia hanya NIK 92 dan penduduk Manokwari yang mendaftar mengikuti seleksi.

Namun, jika ada pendaftar yang bukan NIK Papua Barat, menurutnya, pihaknya tidak bisa mengakses data base kependudukan pusat. Sehingga, aku Renyaan hanya NIK 92 yang diterima mendaftar untuk membendung pelamar dari luar yang ikut mendaftar mengikuti seleksi calon ASN di Kabupaten Manokwari dan Papua Barat.

Menurutnya, pelamar di Manokwari dan Papua Barat masih sangat banyak. Apalagi ditambah honorer yang sudah lama mengabdi tapi tidak punya NIK Papua Barat untuk mengikuti seleksi penerimaan calon ASN. Kemudian, untuk honorer yang usianya masih di bawah 35 tahun harus ikut bersaing dengan pelamar lain. Sebab, SK honorer tidak menjadi jaminan honorer diangkat sebagai ASN tanpa melalui tes.

“Silakan dia tes kalau di bawah 35 tahun,” tegasnya.

Tapi, untuk honorer yang tidak punya NIK Papua Barat, tidak bisa mengikuti seleksi karena sudah dikancing dari pemerintah pusat. Dengan demikian, mereka tidak bisa mengikuti seleksi.

Dari berkas yang sudah diterima, diakuinya, banyak permasalahan yang ditemui, diantaranya persoalan pendidikan yang tidak terdata di Forlap Dikti, NIRM (Nomor Induk Registrasi Mahasiswa) dengan nama pelamar yang berbeda.

“Terus, tidak punya surat tanda registrasi (STR) dan Ners, itu juga kendala. Kalau untuk guru, wajib punya akta mengajar. Saya sudah berkoordinasi kemarin, itu wajib hukumnya, sehingga itu juga jadi kendala,” imbuhnya.

Dia memperkirakan, pelamar masih akan bertambah hingga 3.000-an. Sebab, per hari ada sekitar 200-300 pendaftar yang melamar. (BNB-R3)

Dibaca 177 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX