Fransiskus: ”Penarikan Undian, Apresiasi Bagi Nasabah” | Pasific Pos.com

| 10 December, 2019 |

Pemimpin Cabang Bank BRI Merauke, Fransiskus K. Kurnianto (foto:iis) Pemimpin Cabang Bank BRI Merauke, Fransiskus K. Kurnianto (foto:iis)

Fransiskus: ”Penarikan Undian, Apresiasi Bagi Nasabah”

Papua Selatan Penulis  Senin, 25 Maret 2019 11:54 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Pemimpin Cabang Bank BRI Merauke, Fransiskus K. Kurnianto mengemukakan bahwa penarikan undian Simpedes sebagai bentuk apresiasi BRI bagi nasabah khususnya untuk produk tabungan Simpedes yang awalnya memang hanya diperuntukkan bagi nasabah-nasabah di daerah pedesaan. Namun seiring berjalannya waktu serta perkembangan zaman dan teknologi maka sekarang produk ini bisa digunakan oleh masyarakat perkotaan sehingga di lingkup kantor-kantor cabang pembantu yang ada di kota juga menyediakan pelayanan Simpedes.

“Jadi undian yang kami laksanakan sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah yang sudah menyimpan dananya di Simpedes. Untuk tahun ini kami mengambil tema yang juga mengikuti arus perkembangan zaman atau bertema milenial sehingga ada perbedaan dari sisi dekorasi, lighting, music dan lain sebagainya dimana kami berupaya menyesuaikan dengan kaum milenial,”ujarnya kepada wartawan di Orange Supermarket, Minggu (17/3).

Lebih lanjut ia menjelaskan, lokasi penarikan undian juga masih difokuskan di salah satu supermarket agar lebih mendekatkan diri dan memperkenalkan BRI kepada generasi milenial. Untuk total kupon yang diundi sebanyak 25 juta kupon yang merupakan kelipatan 100 ribu. Jadi nasabah berhak mendapatkan satu kupon untuk setiap kelipatan 100 ribu. Masih terbuka kesempatan bagi nasabah lain pada pelaksanaan undian periode berikutnya nanti yang menurut rencana akan dilaksanakan di Kabupaten Mappi. Ia menjelaskan, jumlah penabung Simpedes mengalami peningkatan pada tahun 2018 kurang lebih hingga 25.000 nasabah dan ini termasuk peningkatan yang cukup signifikan.

Dibaca 189 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.