Anggota DPR Papua, Lazarius Siep Tutup Usia | Pasific Pos.com

| 20 September, 2019 |

Lazarius Siep, S.Ip.M.Si Lazarius Siep, S.Ip.M.Si

Anggota DPR Papua, Lazarius Siep Tutup Usia

Kota Jayapura Penulis  Kamis, 21 Maret 2019 00:48 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, -  Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) kembali berduka, Lazarius Siep, S.Ip.M.Si yang merupakan Anggota Komisi IV DPR Papua dari Partai PDI Perjuangan telah berpulang menghadap sang Illahi, pada Selasa 19 Maret 2019 , Pukul  19.00 WIT di Rumah Sakit Dian Harapan, Waena Kota Jayapura, karena sakit.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR Papua ini menutup usia ke-33 tahun dengan meninggalkan satu orang istri dan empat orang anak. Almarhum juga termasuk anggota dewan yang sangat mudah usianya. Meskipun perawakannya agak pendiam tapi orangnya sangat santun dan bersahaja.

Menurut keterangan dari salah satu keluarga, Yans Itlay, bahwa sebelumnya ia bersama almarhum baik-baik saja karena pada hari Minggu (17/3/19) pagi sempat jalan-jalan melihat kondisi Kota Sentani pasca bencana banjir bandang yang melanda Kota Sentani dan sekitarnya.

"Setelah keliling pantau situasi, jam 4 sore saya bawa beliau pulang ke rumah, karena kebetulan saya yang bawa mobil. Namun ternyata pada Minggu malam sekitar jam 9, tiba-tiba beliau pingsan, sehingga kami langsung bawa lari ke Rumah Sakit Dian Harapan, namun setelah di periksa, kata dokter penyakitnya tidak ada, beliau hanya sakit kepala biasa dan pusing," kata Yans Itlay kepada Pasific Pos di rumah duka di Gunung Merah  belakang Kantor Bupati Kabupaten Jayapura," Rabu (20/3/19).

Yans Itlay menjelaskan, bahwa dari hasil medic, almarhum tidak memiliki riwayat penyakit apa-apa, itu hanya sakit kepala biasa dan pusing.sebab hasil pemeriksaan dokter secara keseluruhan, hasilnya semua baik, sehingga di bolehkan untuk kembali ke rumah.

Namun sekitar jam 3 dini hari lanjut Yans, tiba-tiba beliau pingsan lagi dan akhirnya dibawa ke rumah sakit Dian Harapan untuk segera ditangani secara medis.

"Jadi jam 3 subuh atau hari Senin pagi kita bawa lagi ke rumah sakit Dian Harapan. Setelah pemeriksa darah lengkap dokter mengatakan semua baik-baik saja. Kolestrolnya bagus, tensinya bagus, gulanya bagus, AB-nya juga baik begitu juga dengan jantungnya. Jadi kami pihak keluarga merasa heran juga karena dari hasil medis tak ada penyakit yang akut dalam dirinya. Namun beliau tetap minta untuk diopname dan harus di infus karena ia mengeluh kepalanya sangat sakit, akhirnya permintaan beliau dituruti,"jelas Itlay.

Dikatakan, sebelum meninggal, beliau sempat hosa sampai sesak nafas dan susah untuk bicara. Dan pada akhirnya, Tuhan berkendak lain, sekitar jam 7 malam beliau menghembuskan nafas terakhir.

"Kami keluarga semua kaget dan tak percaya sebab sebelumnya beliau tidak pernah mengeluh sakit, bahkan beliau selalu ceriah, tapi kok hanya sakit kepala biasa dan pusing lalu dia pergi meninggalkan kami untuk selamanya," ujar Yans Itlay dengan mata berkaca-kaca.

Hanya saja kata Itlay, keluarga sempat kecewa dan kurang puas dengan pelayanan Rumah Sakit Dian Harapan, karena dianggap sempat lamban dalam menangani pasien. Meskipun begitu pihak keluarga tetap ihklas dan berfikir positif bahwa itu adalah cara Tuhan mengambil umatnya karena dia sayang.

"Sebelumnya jujur kami keluarga sesalkan pelayanan rumah sakit Dian Harapan. Dan saya sempat sampaikan hal itu ke dokter jika hal seperti ini cukup terjadi pada kami, jangan sampai terulang pada pasien lain.  Lalu dokter minta maaf dan berjanji akan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada pasien-pasien lainnya,"ungkapnya.

Yans Itlay menambahkan, pihak keluarga juga mengihklaskan, jika jasad beliau akan dibawa ke Gedung DPR Papua untuk dilepas secara terhormat, karena beliau merupakan pejabat DPR Papua yang harus mendapat penghormatan terakhir dari pimpinan DPR Papua dan seluruh anggota DPRP serta Sekretaris Dewan juga para staf DPRP.

"Saya pribadi juga mewakili keluarga sangat bersyukur karena jasad beliau akan dilepas secara terhormat oleh negara. Kami berterimakasih kepada pemerintah dan menghargai permintaam dari lembaga DPR Papua jika ada permintaan seperti itu. Jadi sekali lagi kami sekeluarga ihklas dan menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan DPR Papua untuk selanjutnya di kebumikan," pungkasnya.

Sekretaris Komisi I DPR Papua yang juga merupakan Srikandi Partai PDI Perjuangan, Mathea Mamoyau menyampaikan, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian salah satu kader terbaik PDI Perjuangan Provinsi Papua, Lazarius Siep.

"Kami merasa sangat kehilangan atas meninggalnya salah satu anggota Fraksi  kami yakni Fraksi PDI Perjuangan DPR Papua. Apalagi di masa-masa persiapan untuk kembali lagi ke gedung putih (DPRP)tapi ternyata Tuhan berkehendak lain.

Sebagai Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR Papua, Mathea Mamoyau menuturkan, mewakili almarhum memohon maaf jika selama hidup beliau pernah berbuat salah. Mohon dimaafkan dan diihklaskan kepergiannya untuk selama-lamanya.

"Sebagai Sekretaris Fraksi dan secara pribadi saya merasa sangat kehilangan. Saya juga berterimakasih kepada saudara Lazarus Siep yang selama ini duduk sebagai anggota dewan dari Partai PDIP dan bagaiaman ia mneyuarakan partai didalam kantor DPR Papua," imbuhnya.

Selain itu, Mathea  juga memohon bantuan doa kepada keluarga yang ditinggal, sehingga keluarganya diberi ketabahan dan mengihklaskan kepergian saudara Lazarius Siep untuk kembai kepada Tuhan.

Sementara itu, Sekretaris Dewan DPR Papua, DR. Juliana J. Waromi, SE,M.Si mengatakan, kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari sebuah kehidupan yang abadi.

"Atas nama DPR Papua, kami mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya salah satu anggota terbaik kami, yaitu saudara Lazarius Siep. Tuhan itu baik dan semoga menempatkanmu di tempat terbaik. Kita punya Rencan tapi Tuhan juga punya rencana yang jauh lebih baik untuk Lazarius Siep," kata Sekwan DPR Papua, Julia Waromi.

Namun Julia Waromi sangat menyesal, pasalnya disaat almarhum sedang di opname ia tak sempat besuk lantaran pada hari Senin (18/9/3) sedang fokus mengunjungi para korban bencana di Gunung Merah.

Hanya saja, ibu Sekwan mengaku sedikit kecewa lantaran tak ada satupun dari staf komisi yang mengingatkan tentang kondisi beliau kalau sudah  di opname.

"Saya sangat menyesal sekali kenapa saya tidak hadir disaat dia ada di rumah sakit biar saya bisa lihat langsung kondisinya saat itu. Saya pikir staf Komisi IV bisa info kami kalau beliau di opname, tapi ternyata kami tidak diinfo," kata Ibu Sekwan dengan nada sedikit kecewa.

Namun sebagai Sekwan DPRP,  Julia Waromi  bertekad untuk tetap bertanggungjawab hingga tuntas semua dan siap membantu apa yang diharapkan keluarga almarhum, meskipun tempatnya jauh, tapi ia selalu siap untuk membantu.

Teruntuk keluarga yang ditinggal, Julia Waromi berpesan, agar keluarga tetap kuat dan bersabar dalam menghadapi cobaan ini. Ihklaskan kepergian beliau semoga perjalanannya menuju pintu surga Tuhan di mudahkan.

"Kehilangan seseorang yang kita cintai memang sangat menyakitkan, namun lebih menyakitkan lagi jika kita tidak bisa mengihklaskan kepergiannya. Biarkan yang meninggalkan kita tenang dialam sana," imbuhnya.

Bahkan, menurut Julia Waromi, sosok Lazarius Siep adalah salah satu Anggota DPR yang sangat baik, dan orangnya sangat fokal dalam menyuarakan aspirasi-aspirasi rakyat. (TIARA)

Dibaca 184 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.