Pemakaman Massal Korban Banjir Bandang Ditunda | Pasific Pos.com

| 20 August, 2019 |

Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP.MH Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP.MH

Pemakaman Massal Korban Banjir Bandang Ditunda

Kabupaten Jayapura Penulis  Rabu, 20 Maret 2019 17:34 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Rencana pemakaman massal jenasa korban banjir bandang Sentani di Kabupaten Jayapura hari ini, Rabu (20/3/2019) akhirnya ditunda untuk sementara.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP. MH saat memberikan keterangan pers Gedung Negara, Rabu (20/3/2019) didampingi Sekda Papua, Hery Dosinaen, S.IP. M.KP. M.Si kepala BPBD Provinsi Papua, Welliam Manderi dan sejumlah kepala OPD terkait.

 “Keluarga para korban diberikan kesempatan untuk melapor ke pihak Rumah Sakit Bhayangkara,” Kata Lukas Enembe.
Lukas Enembe menjelaskan, adanya penundanan pemakaman massal setelah dilakukan koordinasi dengan Kapolda Papua dan gereja.

 “Ini berdasarkan hasil koordinasi dengan Kapolda Papua dan pihak gereja. Kami sepakat untuk menunggu laporan dari keluarga korban, karena masih ada jenazah yang sampai sekarang belum teridentifikasi,” terangnya.
Dengan adanya penundaan pemakaman massal ini, masyarakat yang merasa kehilangan keluarga agar segera mengecek RS. Bhayangka.

 “Kami persilahkan pihak keluarga untuk mengecek di Rumah Sakit Bhayangkara, jika korban itu merupakan bagian dari keluarga mereka silahkan dibawa keluar. Tapi yang tidak ada nama kita akan lakukan pemakaman massal di Kampung Harapan,” ucapnya.

Disinggung mengenai kulkas atau freezer penyimpanan jenazah korban banjir bandang, Mantan Buppati Puncak Jaya tersebut mengaku, freezer saat ini masih dalam kondisi aman.

 “Kapolda juga mengakui bahwa Rumah Sakit Bhayangkara sanggup menampung jenazah para korban yang kemungkinan masih bertambah. Jadi tidak ada masalah, berapa lamapun siap menerima jenazah,” katanya lagi.

Selanjutnya Gubernur bersama SKPD terkait akan mengunjungi enam pokso darurat bencana di Kabupaten Jayapura untuk melihat secara langsung kondisi korban.

Dibaca 134 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.