Mabes Polri Turunkan K9 Bantu Pencarian 75 Korban Hilang | Pasific Pos.com

| 17 September, 2019 |

Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar didampingi Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI. Yosua Pandit Sembiring dan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat memberikan keterangan kepada awak media di Posko Pelayanan Terpadu korban Banjir Kabupaten Jayapura, Selasa (19/3) Sore. Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar didampingi Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI. Yosua Pandit Sembiring dan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat memberikan keterangan kepada awak media di Posko Pelayanan Terpadu korban Banjir Kabupaten Jayapura, Selasa (19/3) Sore.

Mabes Polri Turunkan K9 Bantu Pencarian 75 Korban Hilang

Kabupaten Jayapura Penulis  Rabu, 20 Maret 2019 06:36 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI – Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) menurunkan K9 untuk membantu Polda Papua dalam mencari 75 korban yang dinyatakan hilang sampai Selasa (19/3) siang.

Kapolda Papua, Irjend Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar, M. Si kepada awak media di Posko Pelayanan Terpadu korban banjir Kabupaten Jayapura mengungkapkan hingga hari ini selasa (19/3) siang, 75 korban masih dinyatakan hilang.
“Karena masih dinyatakan hilang maka itu Mabes Polri memberikan bantuan dengan mengirimkan K9 untuk mencari para korban,”katanya.

Kapolda menerangkan selain korban hilang, 96 korban bencana Banjir bandang ini telah dinyatakan meninggal dunia dan 26 jenazah telah dimakamkan setelah diserahkan oleh pihak Rumah Sakit Bhayangkara dengan 7 jenazah dari Kota Jayapura dan dua dari Kabupaten Jayapura menjadi 35 jenazah.

“Nah sesuai dengan kesepakatan semua pihak baik pendeta, ondoafi, tokoh agama dan tokoh masyarakat maka besok, Rabu (20/3), kita semua akan makamkan para korban secara masal,”jelasnya.

Kapolda menegaskan,rencana pemakaman masal 40 jenazah tersebut sudah bicarakan bersama dengan semua pihak.
“Karena saya sendiri juga tidak mau mengambil keputusan tanpa ada keputusan bersama sebab kita menghormati adat budaya yang berlaku disini,”akunya.

“Jadi setelah pemerintah bertemu dengan para pendeta, tokoh adat dan masyarakat, kemungkinan besar besok kita akan lakukan pemakaman masal untuk 40 jenazah yang sampai sekarang belum kami kenali, yang tersimpan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua,”tandas Kapolda.

Dibaca 152 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX