Tuntutan Belum Siap, Majelis Hakim Tunda Sidang Terdakwa Kartu Kuning | Pasific Pos.com

| 20 August, 2019 |

Tuntutan Belum Siap, Majelis Hakim Tunda Sidang Terdakwa Kartu Kuning

Papua Barat Penulis  Sabtu, 16 Maret 2019 10:39 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Manokwari yang diketuai, Sonny A.B. Laoemoery, SH menunda sidang kasus tindak pidana concursus (perbarengan) atas terdakwa, Kartu Kuning Yoman alias Yogor Telenggen (30 tahun), Jumat (15/3) sore.

Sidang beragenda pembacaan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Nabire, Arnolda Awom, SH itu ditunda lantaran JPU belum menyiapkan tuntutannya.

Arnolda Awom mengaku, persidangan atas terdakwa, Kartu Kuning Yoman ditunda karena pihaknya belum menerima rencana tuntutan (rentut) atas terdakwa dari Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Kami sudah ajukan minggu lalu, tetapi sampai hari ini rentutnya belum turun dari Kejagung. Nanti kami upayakan, sehingga pada sidang pekan depan sudah bisa dibacakan rentutnya,” kata Arnolda Awom kepada para wartawan di PN Manokwari, kemarin.

Diungkapkannya, dalam rentut tersebut, terdakwa dituntut dengan serentetan kejadian penembakan sesuai dakwaan, diantaranya kejadian penembakan anggota Satgas Kopassus di Pasar Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/2/2018) dan kejadian penembakan pesawat Trigana Air di Bandara Mulia, Minggu (8/4/2012).

Lanjut JPU, ada juga kasus penembakan mobil yang ditumpangi anggota Polri di Kali Semen, Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu (3/12/2011), penembakan anggota Satgas Matoa di Kampung Usir, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (12/5/2018), dan kepemilikan senjata api ilegal atau tanpa izin negara.

Dikatakan Arnolda Awom, atas serentetan penembakan itu disesuaikan dengan putusan PN Nabire yang menjatuhkan pidana seumur hidup terhadap terdakwa, maka dalam rentut kali ini, terdakwa dituntut dengan pidana mati.

Menurutnya, hukuman mati yang didakwakan terhadap terdakwa berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan berkaitan dengan keterangan para saksi, keterangan terdakwa, dan barang bukti yang dihadirkan ke persidangan, dimana bisa membuktikan dan memenuhi semua dakwaan penuntut umum.

Namun, kata Arnolda Awom, untuk proses selanjutnya, pihaknya mengembalikan sepenuhnya ke kewenangan Kejagung, apakah menyetujui hukuman mati atau kembali diberikan hukuman seumur hidup terhadap terdakwa.

Berdasarkan pantauan Tabura Pos di PN Manokwari, terdakwa tidak dihadirkan ke persidangan, tetapi pihak kepolisian tetap melakukan pengamanan di PN Manokwari. [BOM-R1]

Dibaca 117 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX