Kembali Pimpin STIH Manokwari, Filep Ingin Segera Buka Program Pascasarjana | Pasific Pos.com

| 22 September, 2019 |

Kembali Pimpin STIH Manokwari, Filep Ingin Segera Buka Program Pascasarjana

Papua Barat Penulis  Jumat, 15 Maret 2019 06:55 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Filep Wamafma kembali terpilih sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari periode 2019-2023 dalam seleksi Ketua STIH Manokwari yang dilaksanakan oleh Yayasan STIH Manokwari, Kamis (14/3).

Sesuai jadwal, Filep akan dilantik sebagai Ketua STIH Manokwari periode 2019-2023 oleh Ketua Yayasan STIH Manokwari Petrus Makbon, Jumat (15/3) hari ini sekitar pukul 09.00 WIT.

“Sesuai dengan tema saya tadi yakni, STIH Manokwari menuju peradaban baru. Dimana, kami memandang bahwa hari ini pengembangan perguruan tinggi itu membutuhkan inovasi, keunggulan dan juga membutuhkan persaingan,” terang Filep kepada Tabura Pos usai terpilih sebagai Ketua STIH Manokwari, kemarin.

Dijelaskan dia, perguruan tinggi hari ini tidak hanya sebatas sebagai lembaga pendidikan, tetapi sudah dikategorikan sebagai industri ijazah. “Artinya STIH harus menawarkan program, mutu, dan kualitas yang mampu memberikan nilai tawar kepada publik untuk memilih STIH Manokwari sebagai satu-satunya perguruan tinggi hukum yang menjadi tujuan utama mengikuti pendidikan. Inilah yang dimaksud dengan peradaban baru,” jelas Filep.

Kemudian, sambung dia, STIH Manokwari sudah berusia 44 tahun, ada generasi ke generasi yang alumninya sudah mampu berkarya di setiap instansi, baik ditingkat daerah maupun nasional. “Ini yang seharusnya menjadi tolak ukur bagaimana menuju peradaban itu dan peradaban itu harus tercapai. Semenjak saya menjabat sebagai Ketua STIH Manokwari periode pertama, kita bekerja dengan cara yang tidak prosedur, singkat untuk menjawab persoalan di STIH,” ucapnya.

Filep tidak memungkiri, jika selama kepemimpinannya sebelumnya masih banyak kekurangan dan kendala. Persoalan pertama adalah rasio antara mahasiswa dan dosen yang tidak seimbang, 1 banding 50 hingga 60 orang mahasiswa, hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk mengirimkan 17 dosen untuk menempuh pendidikan.

“Dua orang dosen sudah tuntas, 3 orang baru selesai seminar proposal, selebihnya masih dalam tahapan penelitian dan penulisan. Ini berkaitan dengan SDM dan Juni tahun ini  17 dosen STIH Manokwari sudah selesai dan bersyukur rasio dosen STIH sudah terpenuhi,” bebernya.

Persoalan berikutnya, sebut dia tentang sarana dan prasarana penunjang pendidikan di STIH Manokwari. Dimana, gedung yang kini ditempati dibangun sejak tahun 80-an, kini sudah waktunya untuk direvonasi.

Filep yakin, semakin ke depan kebutuhan STIH akan semakin meningkat karena jumlah mahasiswa juga terus bertambah. “Inilah yang menjadi fokus kita agar ditahun ini infrastruktur STIH Manokwari dapat digenjot dengan melihat sumber-sumber lainnya. Karena saya punya target kedepan harus bisa membuka program pascasarjana Magister Hukum, dan membuka program studi baru. STIH sudah cukup untuk hukum, sehingga kita harus mengembangkan diri membuka program studi baru dan program pascasarjana agar dapat mengakomodir sarjana-sarjana hukum yang keluar dari STIH maupun masyarkat yang ingin melanjutkan pendidikan hukum,” tukasnya.

Dirinya berjanji, setelah dilantik akan bersama-sama berupaya mendorong persiapannya agar tahun ini program pascasarjana sudah bisa dibuka tanpa mengenyampingkan tingkat kesejahteraan para dosen di lingkungan STIH Manokwari.

Pada kesempatan ini, Aku Filep juga akan berusaha mendorong agar lulusan STIH maupun dosennya bisa menempuh pendidikan profesi. “Jadi kita akan bekerja sama dengan lembaga profesi untuk sertifikasi mahasiswa. Maksudnya, agar lulusan STIH Manokwari selain dapat ijazah juga mendapatkan sertifikat dari lembaga-lembaga profesi, baik sebagai pengacara, maupun sebagai penyusun peraturan dan lainnya,” kata Filep.

Untuk itu, lanjut dia, arah pendidikan STIH Manokwari lebih kepada praktek, misalnya pembuatan surat keputusan, nota dinas, surat tugas, dan lain sebagainya. “Kita ingin, bukan saja mahasiswa tetapi kita juga akan membentuk dosen, agar mereka tidak saja menjadi dosen murni tetapi ada profesinya, sehingga ada keahlian dari mereka untuk memenuhi kehidupan mereka dan dapat membawa pendidikan ini lebih baik kedepan. Tahun ini kita akan sekolahkan 2 dosen untuk mengambil doctor. Prinsip saya, saya tidak mau gegabah dalam membuat program kalau tidak didukung dengan subsistem yang kuat,” tukasnya.

Agar maksud dan keinginannya itu segera terpenuhi, Filep akan segera melengkapi kampusnya dengan laboratorium praktikum hukum. Apabila semuanya sudah lengkap, proses perkuliahan akan segera dilaksanakan karena untuk membuka pasca sarjana minimal harus memiliki 4 orang doktor, dan dosen magister.

“Kita ingin memastikan STIH Manokwari bukanlah kampus yang hanya mengorbitkan sarjana tetapi mereka harus bisa ikut berperan dalam segala hal termasuk memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah, masyarakat adat, dan juga pemerintah pusat. Banyak program yang akan kita lakukan kedepan agar STIH Manokwari menuju peradaban baru ke depan dalam kepemimpinan pada periode kedua ini terwujud,” pungkasnya. [FSM-R3]

Dibaca 203 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.