Kapendam Cenderawasih : Tidak Ada Senjata Kami Yang Dirampas KKSB | Pasific Pos.com

| 17 July, 2019 |

Kapendam XVII/Cenderawasih Kol. Inf. Muhammad Aidi Kapendam XVII/Cenderawasih Kol. Inf. Muhammad Aidi

Kapendam Cenderawasih : Tidak Ada Senjata Kami Yang Dirampas KKSB

Kriminal Penulis  Minggu, 10 Maret 2019 20:06 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Kepala penerangan kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kol. Inf. Muhammad Aidi menegaskan bahwa tidak ada senjata prajurit TNI yang  dirampas Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dalam kontak tembak di distrik (kecamatan) Mugi, jabupaten Nduga, Kamis (7/3/2019) lalu.

Pernyataan ini sekaligus membantah klaim juru bicara TPNPB Sebby Sambon yang menyebut 5 anggota TNI gugur dan 4 senjata api berhasil dirampas oleh KKSB.

“Pernyataan itu tidak benar. TNI tidak mungkin menutup-nutupi jika ada personel yang gugur karena pihak keluarga bisa menuntut institusi TNI,” kata Aidi di Timika, Kabupaten Mimika, Jumat (8/3/2019).

Kapendam menegaskan  juga bahwa tidak mungkin ada perampasan senjata  karena penyerangan dilakukan dari jarak yang cukup jauh dari arah perbukitan.

“Bagaimana mungkin mereka merampas senjata TNI sedangkan mereka menyerang pasukan TNI dari arah ketinggian dengan jarak yang cukup jauh,” ujar Aidi.

Sebaliknya, saat anggota TNI berhasil memukul mundur KKSB dan melakukan pengejaran berhasil mendapat 5 pucuk senjata api yang diduga milik KKSB yang tertinggal di lokasi penembakan bersama satu jenazah anggota KKSB.

“Saat ini kami belum mendapat laporan hasil identifikasi terhadap jenazah dan 5 pucuk senjata api yang diamankan karena keterbatasan sarana komunikasi. Klaim anggota yang melakukan pengejaran saat itu, mereka berhasil menembak 7 hingga 10 anggota KKSB, namun berhasil dilarikan oleh rekan-rekannya,” papar Aidi.

Kapendam juga menjelaskan bahwa saat ini personil  TNI yang ada di Mugi masih berkonsolidasi dan mempelajari arah pelarian Egianus Kogoya dan pengikutnya.

“Karena mereka yang menguasai medan sehingga kami tidak mungkin melakukan pengejaran tanpa mengetahui arah yang pasti. Terlebih karena medan yang ada di Nduga masih hutan belantara,” ujar Aidi.

Dibaca 171 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX