Tidak Ada Pilihan, Apapun Tantangannya Pembangunan Trans Papua Harus Selesai | Pasific Pos.com

| 20 July, 2019 |

Tidak Ada Pilihan, Apapun Tantangannya Pembangunan Trans Papua Harus Selesai

Lintas Daerah Penulis  Minggu, 10 Maret 2019 20:03 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, - Pembangunan jalan Trans Papua tahun 2019 diharapkan selesai pada tahun 2019. "Tidak ada pilihan lain, apapun tantangannya tetap kita harus jalan," demikian dikatakan Komandan Korem 172/Praja Wira Yakthi (PWY) Kolonel Inf Jonathan Binsar Sianipar saat memimpin upacara penerimaan pasukan pengamanan proyek Trans Papua di Pelabuhan Amamapare, Portsite, distrik (kecamatan) Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Sabtu (9/3/2019) pagi.

“Saya selaku Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dan Kolakops) Korem 172/PWY dan kepanjangan Koops TNI di Papua menerima kalian secara resmi. Kalian akan bertugas kurang lebih sampai akhir tahun,” kata ujar Danrem.

Sebelumnya, 600 prajurit TNI dari Yonif Para Raider 431/ Satria Setia Perkasa (SSP) dan Yon Zipur 8/Sakti Mandra Guna (SMG) yang berangkat dari Makassar, Sulawesi Selatan menggunakan KRI TNI-AL dr Soeharso telah tiba di Pelabuhan Amamapare, Jumat (8/3/2019) kemarin.

Para prajurit ini bertugas mengerjakan dan mengamankan proyek pembangunan 21 jembatan di ruas jalan Trans Papua antara kecamatan Mbua, kabupaten Nduga hingga kampung Mumugu di kecamatan Sawa Erma, kabupaten Asmat.

Ke-600 prajurit ini nantinya akan berangkat secara bertahap ke tempat penugasan di Kabupaten Nduga. Mereka akan bergabung dengan prajurit dari Yonif Raider 514/Sabbada Yudha dan Yonif Raider 321/Galuh Taruna yang akan berangkat dari Jayapura melalui Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Ia berpesan agar para prajurit bekerja maksimal selama penugasan. Ia juga mengingatkan para prajurit untuk tidak lengah dan selalu waspada memperhatikan dinamika yang berkembang di lapangan khususnya pergerakan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) cukup masif akhir-akhir ini.

"Saya ingatkan kalian sudah berada di daerah operasi. Kalian harus siap, jangan melakukan hal-hal yang tidak perlu. Tidak perlu tegang, tapi kalian harus memutar otak bagaimana melaksanakan tugas ke depan,” ujar Kol. Binsar.

Dikatakannya pula, tidak ada pilihan lain, apapun tantangannya tetap kita harus jalan. Pasti akan ada dinamika dan tantangan, mungkin gangguan keamanan atau tantangan kondisi alam, karena itulah kalian dikirim ke sini. "Kalau kondisi aman cukuplah orang sipil yang kerja,” ujar Kol. Binsar Jalin Hubungan Baik Dengan Masyarakat.

Dandrem 172/PWY Kol. Inf. J. Binsar P. Sianipar berpesan agar prajurit yang bertugas senantiasa menjalin hubungan baik dengan masyarakat setempat.

“Jangan membuat masyarakat takut, karena mereka adalah saudara kita. Walau berbeda secara fisik, tapi di dalam honai besar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kita adalah satu,” ucapnya.

Turut hadir dalam upacara penerimaan pasukan ini, Asops Kasdam Cenderawasih Kol Inf Frits Pelamonia, Kapendam Cenderawasih Kol Inf Muhammad Aidi, serta Danbrigif 20/IJK Kol Inf Charles Sagala, Komandan KRI dr Soeharso Letkol Laut (P) Joko Setiyono, Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan, Danyon 754/ENK Mayor Inf Dodi Hidayat, Danyon Zipur 8/SMG Mayor Czi Catur Witanto, dan Danyon Para Raider 431/SSP Mayor Inf Agung Gede Rama Cahyana.

Dibaca 141 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.