Jumlah 1.283 Tenaga Honorer Tidak Dapat Ditambahkan atau Diganti | Pasific Pos.com

| 19 July, 2019 |

Jumlah 1.283 Tenaga Honorer Tidak Dapat Ditambahkan atau Diganti

Papua Barat Penulis  Jumat, 08 Maret 2019 07:28 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Sebanyak 1.283 tenaga honorer di Provinsi Papua Barat yang sudah meninggal dunia atau mengundurkan diri tidak dapat digantikan oleh siapa pun. Hal ini ditegaskan, Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat, Nataniel D. Mandacan kepada wartawan saat jumpa pers di ruang kerjanya, Rabu (6/3).

Dikatakan Mandacan, jumlah 1.283 honorer ini akan tetap, jika ada yang menambahkan atau menggantikan tenaga honorer yang sudah meninggal, maka dia akan berurusan dengan pihak yang mengawal pelaksanaan penerimaan CPNS di Papua Barat.

“Memang waktu lalu ada keluarga yang datang dan menyampaikan honorer yang sudah meninggal digantikan dengan keluarganya, tetapi saya katakan tidak bisa. Kalau kalian paksakan untuk masuk dalam data, maka sama saja kalian mau mencelakakan kami, jadi saya tegaskan sekali lagi tidak bisa,” tegas Mandacan.

Menurut Sekda, kalau mau masuk dan menjadi honorer biasa bisa, silahkan itu bebas dan menjadi beban pemerintah daerah. Tidak bisa masuk dalam data 1.283 tenaga honorer karena data anak-anak, suami atau istri yang honorer sudah beda.

“Hal ini saya sampaikan agar keluarga-keluarga yang anaknya, suami atau istrinya pernah honorer kemudian meninggal tidak dapat digantikan oleh siapa pun, termasuk pejabat di lingkup Papua Barat. Formasi tahun ini adalah berkat dan patut disyukuri jangan sampai kita merusak apa yang dipercayakan Presiden melalui pejabat-pejabat yang membantu beliau,” terang Mandacan.

Dicecar tentang jumlah data honorer di Papua Barat yang telah meninggal dunia, terang Sekda, datanya belum diketahui pasti, nanti akan ketahuan saat pendaftaran dibuka.

“Kalau tidak ada yang datang mendaftar, maka sudah meninggal dunia atau sudah mengundurkan diri atau sudah diangkat menjadi PNS. Untuk jumlah honorer 1.283 ini dihitung bagi honorer yang mengabdi mulai 1 Januari 2005-31 Desember 2012, yang terhitung dari 2013 sampai sekarang tidak punya hak untuk masuk dalam data tersebut,” tandas Mandacan. [FSM-R1]

Dibaca 139 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.