Pemprov Upayakan Pengangkatan Guru Honorer Tingkat SMA/SMK | Pasific Pos.com

| 18 October, 2019 |

Pemprov Upayakan Pengangkatan Guru Honorer Tingkat SMA/SMK

Papua Barat Penulis  Jumat, 08 Maret 2019 07:20 0
Beri rating artikel ini
(2 voting)

Manokwari, TP -  Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua Barat, Yustus Meidodga mengatakan jika pihaknya telah meminta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat agar segera memasukan data-data tenaga guru honorer di tingkat Provinsi Papua Barat.

“Ketika data itu disampaikan ke kami, maka Gubernur Papua Barat akan mengusulkan bersama-sama dengan formasi umum di tahun ini ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB),” terang Maydodga kepada Wartawan di ruang kerja Sekda Papua Barat, Rabu (6/3).

Dari usulan itu, Yustus mengatakan akan dilihat tanggapan Menpan RB. “Kalau tenaga guru honorer yang berusia 35 tahun ke atas mungkin dapat diarahkan ke P3K bersama-sama dengan P3K yang akan mengikuti seleksi CPNS di bulan Juni tahun 2019 mendatang,” jelasnya.

Bagi tenaga guru honorer yang berusia di bawah 35 tahun, sambung dia akan dapat mengikuti seleksi CPNS dan tidak masuk dalam P3K.

Sekda Provinsi Papua Barat, Nataniel D. Mandacan menambahkan, khusus untuk tenaga guru honorer di tingkat proses khusus bagi tenaga guru honorer di tingkat SMA dan SMK. Sedangkan, guru honorer di tingkat SD dan SMP menjadi kewenangan Bupati dan Walikota.

Sehingga, diharapkan kabupaten dan kota ikut memikirkan nasib para tenaga guru honorer di tingkat kabupaten dan kota yang belum juga terangkat.

“Tentunya akan dilihat pada ijazah yang mereka miliki. Kalau guru harus memiliki bidang ilmu kependidikan, kalau memiliki bidang ilmu lain yang penting dikuatkan dengan akta. Kalau tidak ada akta akan sulit. Apalagi honorer, diperlukan lampiran untuk dikirimkan, seperti teman-teman honorer yang sebelumnya dikirimkan,” jelas Mandacan.

Kendati demikian, pihaknya akan tetap berupaya agar tenaga guru honorer SMA dan SMK dapat diakomodir pada formasi tahun ini. “Data dari guru-guru honorer ini sudah ada pada Dapodik di Kementerian Pendidikan jadi mereka sudah bisa tahu mana yang bisa ikut tes dan mana yang masuk dalam P3K,” tukasnya. [FSM-R3]

Dibaca 466 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.